Perketat Aturan, Kemenristekdikti Tak Ingin Dosen Sepelekan Kinerja

Infokampus.news, Malang – Ditemui di sela kesibukannya Rektor Universitas Gajayana Malang (UNIGA) UNIGA Malang Prof. Dyah Sawitri, S.E., M.M. angkat bicara soal keputusan Kemenristekdikti keluarkan peraturan baru. Peraturan baru ini membahas persoalan kinerja dosen dan guru besar yang harus lebih ditingkatkan di tahun 2017.

“Ya benar setelah pertemuan kemarin dengan Kemenristekdikti, itu ada peraturan baru menurut Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Penelitian No.20 tahun 2017 tentang pemberian tunjangan profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Guru besar mulai tahun ini akan diperketat,” paparnya ditemui tim infokampus.news, Malang.

Dengan turunnya peraturan terbaru ini nantinya dosen maupun guru besar akan dicopot tunjangannya apabila mereka tidak memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan oleh Kemenristekdikti.

“Kalau tuntutan profesinya tidak dipenuhi, bisa dicopot tunjangannya nanti. Jadi harus bisa mempublikasi penelitian dalam jurnal internasional 3 tahun sekali atau jurnal nasional setahun sekali untuk guru besar,” tuturnya.

Peraturan Baru Harus Ditanggapi Positif

Ia pun berharap dengan adanya peraturan Menteri terbaru ini para dosen di Indonesia lebih giat lagi dalam melakukan tugas mereka mengabdikan diri untuk Tri Darma.

“Kan ini sudah tuntutan, nah semoga saja kinerjanya lebih baik lagi dan harus disikapi positif. Nah, untuk evaluasi tunjangan Profesi dosen dan Kehormatan Guru Besar akan dilakukan pada bulan November 2017 nanti,” pungkasnya. (pus)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sambut Maba 2017, UNIGA Gandeng Kampung Inggris Pare!

Universitas Gajayana Malang (UNIGA) menyambut tahun ajaran baru 2017/2018 dengan menggandeng Kampung Inggris Pare, untuk memberikan pelatihan intensif pada calon...

Close