Permen Pencabutan Tunjangan Ramai, WR 1 UB: ‘Kampus Kami Punya Trik Jitu’

Infokampus.news, Malang – Turunnya Peraturan Menteri Ristekdikti 20 tentang pencabutan tunjangan dosen dan guru besar tengah ramai diperbincangkan di kalangan civitas akademik. Namun wakil rektor 1 Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Kusmartono mengaku peraturan ini memang belum dirapatkan secara internal di pihak kampus.

“Itu sudah dibicarakan ke rapat rektor-rektor kemarin memang, tapi untuk di kampus sini belum ada omongan secara internal,” paparnya pada tim infokampus.news ditemui di sela kesibukannya.

Kendati demikian, ia menangkap bahwa hal ini bukanlah hal baru yang telah diterapkan di kampus UB. Ia mengatakan pula bahwa peraturan ini merupakan peraturan yang wajar dan cukup adil di kalangan dosen dan guru besar.

“Tapi kalau dari pengamatan saya sebenarnya keputusan ini sistemnya tidak jauh dari yang kita lakukan sekarang. Wajar kan pencabutan tunjangan dosen dan kehormatan guru besar docabut jika tidak memenuhi syarat publikasi per 3 tahun,”

Trik Khusus UB Naikkan Kinerja

Karena hal ini bukanlah hal baru yang dicanangkan oleh UB, maka Kusmartono menyebutkan kampus memiliki trik tersendiri untuk menanggulangi turunnya kinerja penelitian dosen maupun guru besar.

“Kalau kampus per penelitian akan diberi intensif hingga 25 juta, nah ini salah satu cara kami mem-boost kinerja mereka.” pungkasnya. (pus)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Passing Grade Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Terbaru 2017!

Universitas Malikussaleh (UNIMAL) adalah sebuah ptn yang kampus utamanya sekarang berada di Reuleuet, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Indonesia

Close