Persaingan Dunia Kerja Makin Ketat, Ini Langkah Jitu yang Diambil UNISMA

Infokampus.news – Ketatnya persaingan di dunia kerja membuat Presiden mencanangkan tahun 2018 sebagai tahun untuk memberikan perhatian lebih pada investasi pembangunan SDM. Fakta menunjukkan jumlah lulusan pendidikan tinggi yang menganggur tinggi pada saat bersamaan, jumlah pekerja asing di Indonesia semakin meningkat.
Pada bulan Januari 2005, ada 21.255 pekerja asing di Indonesia; Pada bulan Juni 2009 angka tersebut naik menjadi 46.226, meningkat 121 persen dalam lima tahun atau kenaikan tahunan sebesar 25 persen. Kenaikan pekerja asing sejalan dengan kenaikan investasi asing langsung. Pada tahun 2008 jumlah pengangguran dengan tingkat pendidikan tinggi adalah 90 persen di antaranya aktif mencari pekerjaan.
Berangkat dari fenomena tersebut  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang bekerjasmaa dengan IAI Jawa Timur Komisariat Malang Raya  menyelenggrakan International Guest lecture dengan tema “How to Win National and International Job Market?’ Dengan narasumber Yuningsih CPA, M.com  PhD dari Curtin University Perth Australia. Acara yang diselenggrakan pada 20 Februari 2018 ini bertempat di Abdurahman Wahid Hall Gedung Pascasarjana Lantai 7 UNISMA.
Persaingan Dunia Kerja Makin Ketat, UNISMA dan IAI Gelar International Guest Lecture
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang, Nur Diana SE, MSi dalam sambuatanya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal dan wawasan kepada adik –adik mahasiswa FEB UNISMA agar siap dalam mengahadapi dunia kerja.
Mengingat saat ini era globaliasasi persaingan dunia kerja tidak hanya bersaing dengan lulusan Perguruan tinggi nasional tetapi pekerja asing juga masuk ke Indonesia. Oleh karena itu perlu memahami apa kebutuhan pengguna lulusan pendidikan Tinggi dari berbagai Negara dan bagaimana cara lulusan PT memiliki keunggulan kompetititf untuk memenangkan persaingan kerja di dunia nasional maupun internasional.
“Era globalisasi bagi pasar kerja akan membawa dampak yang signifikan diantaranya akan membawa berkah jika kita mampu menangkap dan memanfaatkan peluang yang ada dan akan membawa dampak negative jika kita kalah bersaing.” Kata Dekan. Untuk itu sejalan dengan Perkembangan teknologi, politik dan ekonomi menuntut peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) karena persaingan tenaga kerja nasional maupun global semakin ketat.
Kompetensi dan kualitas SDM Indonesia harus terus bergerak sampai di atas standar pasar kerja. “untuk memenangkan kompetisi tenaga kerja, lulusan PT  harus berada di atas standar pasar kerja untuk memastikan kemenangan. Jika kompetensi lulusan PT Indonesia berada pada standar masih bisa menang namun tidak menutup kemungkinan kalah.
Dalam paparannya Yuningsih PhD banyak memberikan wawasan tentang tantangan dunia kerja secara global serta serangkaian kompetensi yang dibutuhkan oleh pengguna kerja diberabagai dunia seperti dicontohkan di Australian, United Kingdom, Malaysia, dll.
“Problem mendasar yang mencul di berbagai Negara terkait rendahnya serapan lulusan PT di dunia kerja harus diselesaikan dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bekerjasama untuk mengembangkan strategi dan menberikan solusi agara problem mendasar tersebut bisa terselesaikan. Oleh karena itu penting bagi lulusan untuk menumbuhkan kualitas yang paling banyak dicari oleh atasan potensial mereka: motivasi, kemampuan berpikir “di luar kotak”, masalah adalah pemecahan dan kemampuan komunikasi, dan kemampuan untuk bekerja baik sebagai bagian dari tim dan secara independen.” Tutupnya. (Pus/Yun)
Sumber : Humas UNISMA

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Ada Jurusan Bahasa Indonesia di Luar Negeri, Lho! Berikut Beberapa Kampus yang Ajarkan Bahasa Indonesia
Ada Jurusan Bahasa Indonesia di Luar Negeri, Lho! Berikut Beberapa Kampus yang Ajarkan Bahasa Indonesia

Infokampus.news - Di Indonesia, menemui jurusan yang mempelajari Bahasa dan Sastra Indonesia adalah hak yang biasa. Bahkan seringkali di Indonesia

Close