Pikohidro ITN Malang Datang, Desa Gelang Jember Terang Benderang

Infokampus.news – Beberapa daerah di Indonesia masih banyak yang belum mendapatkan aliran listrik. Hal ini membuat Mahasiswa ITN melakukan tindakan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan pembangkit listrik tenaga air skala Pikohidro.  Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang  melakukan pemberdayaan masyarakat secara mandiri lewat penerapan pembangkit listrik tenaga air skala pikohidro.

Pemasangan pikohidro sendiri diadakan pada bulan Juli 2018 dengan melibatkan 15 mahasiswa Teknik Elektro. Kali ini sasaran mereka salah satunya adalah Kampung Seng dan Kampung Genteng, di Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Jember.

“Kami ingin berbagi langsung dengan masyarakat yang belum merasakan terangnya listrik. Respon masyarakat sangat senang sekali karena baru pertama kalinya mereka mendapat aliran listrik,” tutur Ir. Yusuf Ismail Nakhoda, MT., yang turut serta ke rumah-rumah warga untuk sosialisasi.

Dosen Teknik Elektro S-1 ini menambahkan, Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTP) merupakan salah satu alternatif pembangkit listrik skala mikro. Bedanya dengan mikrohidro adalah pikohidro didesainnya lebih kecil. Penggunaan pikohidro sebagai alternatif pengganti pembangkit listrik tenaga diesel yang selama ini membutuhkan biaya operasional tinggi dan tidak ramah lingkungan.

Pikohidro yang sifatnya ramah lingkungan dapat diterapkan di daerah pedesaan yang memiliki potensi aliran air sungai. Ketersediaan aliran sungai di Dusun Gelang memiliki debit yang kontinyu sepanjang tahun. Selain itu sungai tersebut sangat cocok untuk pemasangan pikohidro karena masih terjaga dan bersih.

“Setelah kami survey, debit air yang mengalir di desa tersebut ternyata memiliki potensi energi terbarukan. Kami sudah melakukan ujicoba, dan sampai saat ini PLTP yang kami pasang terus menyala di kampung tersebut,” kata Yusuf.

Alat pikohidro ITN Malang ini didesain portable sehigga mudah untuk dipindahkan. Meskipun secara mikro, namun pembangkit listrik ini setidaknya bisa menghasilkan daya sampai 200 watt. Sehingga bisa menerangi masyarakat yang rumahnya belum ada aliran listrik. “Setidaknya pikohidro ini mampu menerangi rumah masyarakat sekitar,” lanjutnya.

.“Kami berharap pikohidro bisa dikembangkan di daerah-daerah yang belum ada aliran listrik. Kami akan daftarkan hak patennya dan membuat proyeksi lebih lanjut,” pungkas Yusuf, yang merampungkan pikohidro sebagai Program Kemitraan Masyarakat bersama Dr. Irrine Budi Sulistiawati, St.MT., dan Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST.MT. (mer/Jul).

 

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Hampir Punah, Mahasiswa UNIKAMA Lakukan Ini Demi Melestarikan Permainan Tradisional

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, semakin banyak permainan yang canggih serta didukung dengan tekhnologi tinggi. Dengan demikian mengurangi...

Close