Pilrek UB 2018: Paparkan Visi Misinya, 4 Bakal Calon Rektor UB Sepakat Incar Akreditasi Internasional

Infokampus.news, Malang – Dialog Terbuka Bakal Calon Rektor dengan Sivitas Akademika Universitas Brawijaya (UB) menjadi acara di mana bakal calon rektor UB diberi kesempatan memaparkan visi misinya di hadapan seluruh masyarakat UB. Acara yang merupakan rangkaian dari Pemilihan Rektor UB 2018 (Pilrek UB 2018) ini tidak disia-siakan oleh seluruh bakal calon rektor.

Berlangsung di Gedung Samantha Krida UB, Senin (5/3), setiap bakal calon rektor diwajibkan memaparkan visi misinya beserta program kerja yang dicanangkan. Walaupun berbeda-beda, keempat bakal calon rektor sepakat untuk menargetkan akreditasi internasional sebagai tujuan jangka panjang UB.

Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS. selaku bakal calon rektor nomor urut 2 mencanangkan internasionalisasi akademis sebagai salah satu program kerjanya. Menurut Nuhfil, sertifikasi internasional penting untuk menyejajarkan UB dengan seluruh perguruan tinggi skala internasional dalam rangka menjadikan UB sebagai kampus yang berkontribusi pada perkembangan masyarakat global. Ia menyertakan beberapa aspek seperti pendidikan, penelitian, jurnal, dan sumber daya manusia sebagai elemen yang perlu diinternasionalisasi guna menggapai tujuan tersebut. Selain itu, ia menekankan pada pentingnya akreditasi “A” untuk seluruh program studi di UB. “Jika saya terpilih menjadi rektor, semua prodi harus “A” di mana sekarang baru 40% yang “A”,” ujar Nuhfil yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian UB.

Lain halnya dengan Nuhfil, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S. selaku petahana juga menjadikan akreditasi internasional sebagai target jangka panjang UB. Namun di sini Bisri menggarisbawahi bahwa pemeringkatan akreditasi internasional agar tidak dijadikan sebagai tujuan utama UB. “Jangan jadikan peringkat sebagai tujuan, tapi sebagai pendorong!” tutur profesor di bidang teknik ini.

Tak jauh berbeda dengan dua calon sebelumnya, Dr. Ir. Osfar Sjofjan, M.Sc. selaku bakal calon rektor nomor urut 3 juga menekankan pada pentingnya akreditasi internasional. Salah satu program yang dicanangkan oleh Osfar adalah pembenahan kualitas sumber daya manusia. Bahkan pada poin ini, Osfar mencanangkan pembiayaan 100 juta rupiah untuk tiap guru besar.

Pilrek UB 2018: Salah Satu Calon Tekankan Budaya Literasi Jadi Syarat Akreditasi Internasional

Bakal calon rektor nomor 4, Dr. Tjahjo Suprayogo, M.Si. tak luput dari wacana akreditasi internasional yang dijadikan sebagai salah satu visi misinya. Mengacu pada wacana ini, Tjahjo menggarisbawahi poin mendasar dari syarat tercapainya akreditasi internasional tersebut, yaitu literasi dan humanis.

Menurutnya, dua poin ini amat penting mengingat banyak orang belakangan ini mengabaikan hal-hal pokok yang sebenarnya adalah hal yang penting bahkan bisa dikatakan sebagai fondasi dari cita-cita. Baginya, literasi merupakan hal penting karena membaca adalah aspek dasar manusia dalam berpengetahuan dan tidak bisa dielakkan dalam kegiatan belajar.

Selain itu, ia turut menekankan pada nilai humanis bagi setiap unsur penopang kehidupan kampus. Hal ini sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan kampus UB yang lebih kondusif, dan sumber daya manusia yang memiliki mindset maju.

“Karena seberapa jauh (dan rapi) kita dan Pak Rektor mengkaji permasalahan di UB, jika tidak diiringi dengan kesadaran seluruh masyarakat UB untuk mendukung dan mengawal maka hal itu akan sia-sia,” tutup Tjahjo yang merupakan satu-satunya kandidat Pilrek UB 2018 dari luar UB. (sig)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
pemilihan rektor ub
Panitia Pemilihan Rektor UB 2018 Adakan Dialog Terbuka Bakal Calon Rektor dengan Sivitas Akademika UB

Mengusung era baru Universitas Brawijaya (UB), panitia penyelenggara Pemilihan Rektor UB tengah menyelenggarakan dialog terbuka dengan bakal calon rektor. Acara...

Close