PKN STAN akan Terima 6.961 Mahasiswa Baru Pada 2017

Infokampus.news – Politeknik Keuangan Negara STAN atau biasa disebut PKN STAN merupakan Perguruan Tinggi Negeri di bawah naungan Kementerian Keuangan. Nama PKN STAN sendiri mulai diresmikan tanggal 23 Juli 2015 kemarin, yang sebelumnya hanya bernama STAN saja. Dengan perubahan ini, kedepannya ada kemungkinan PKN STAN nanti menyelenggarakan program pendidikan magister terapan atau doktor terapan.

Saat ini, pendidikan di STAN secara umum terdiri dari program pendidikan diploma I, diploma III dan diploma IV. Namun program diploma IV bukan untuk alumni SMA/sederajat, tapi hanya khusus untuk alumni diploma III STAN.

Tahun ini, penambahan jumlah kuota calon mahasiswa ikatan dinas dilakukan PK) STAN dalam penerimaan taruna/siswa ikatan dinas tahun 2017 ini semakin membuktikan kampus tersebut sebagai sekolah ikatan dinas yang lulusannya paling banyak dibutuhkan. Hal itu sejalan dengan pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur dalam berbagai kesempatan, bahwa lulusan STAN tidak hanya ditempatkan di Kementerian Keuangan, tetapi juga perlu ditempatkan di lingkungan pemerintah daerah.

Berdasarkan pengumuman penerimaan calon taruna/taruni/siswa pada 8 sekolah kedinasan secara online dan serentak disebutkan, PKN STAN akan menerima 6.961 calon mahasiswa, dari jumlah keseluruhan 10.389 calon. Jumlah tersebut meningkat setelah sebelumnya PKN STAN hanya akan menerima 4920 calon mahasiswa .

Baca Juga :  Gelar Kuliah Umum Linguistik dan Budaya, Ini Bakal Calon Mata Kuliah Baru FBS UNIKAMA!

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah kembali memanggil putra-putri terbaik lulusan SMU sederajat untuk mengikuti seleksi calon siswa-siswi/taruna-taruni pada 8 sekolah kedinasan. Pendaftaran untuk 8 sekolah ikatan dinas dilakukan secara online dan serentak melalui portal www.panselnas.id, mulai tanggal 9 sampai dengan 31 Maret 2017.

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, ada beberapa sekolah ikatan dinas yang menambah jumlah mahasiswa barunya. “Misalnya, IPDN yang tahun lalu hanya 900 orang, tahun ini menjadi 1.689 orang,” ujarnya.

Penerimaan calon siswa-siswi sekolah kedinasan tahun 2017 ini tertuang dalam Pengumuman No: 125/S.SM.01.00/2017 tanggal 1 Maret 2017 Tentang Penerimaan Calon Siswa-siswi/Taruna-Taruni pada Kementerian Lembaga/Lembaga yang Mempunyai Lembaga Pendidikan Kedinasan Tahun 2017 yang ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmadji.

Kepada warga masyarakat, khususnya yang berniat melakukan pendaftaran, Setiawan mengingatkan agar benar-benar cermat dan menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan. Sebab untuk bisa mendaftar harus menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP elektronik dan NIK Kartu Keluarga. Kalau tidak cocok antara keduanya, otomatis akan ditolak.

Ditambahkan, pelamar juga hanya bisa mendaftar di satu sekolah ikatan dinas. “Kalau ada yang memaksakan, maka yang bersangkutan akan gugur secara otomatis,” tegasnya.

Baca Juga :  Kedelapan Mahasiswa UB berprestasi ini Menangi Perlombaan di Harvard University

Seperti halnya tahun lalu, setelah melalui pendaftaran secara online di portal www.panselnas.id, seleksi dilakukan secara bertahap di kementerian/lembaga masing-masing. Ada yang melakukan seleksi sebelum atau sesudah pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan Computer Assisted Tes (CAT). “Misalnya ada yang melakukan tes kesamaptaan, dan lain-lain. Itu kita serahkan ke masing-masing kementerian/lembaga,” ujar Setiawan yang didampingi Asdep Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Arizal.

Hal yang sedikit berbeda dengan tahun lalu, kali ini pemerintah memungut biaya sebesar Rp 50.000 per peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti SKD dengan menggunakan sistem CAT. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 63/2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Badan Kepegawaian Negara.

Selain itu, ada beberapa Sekolah Kedinasan yang memungut biaya pendaftaran selain biaya tes SKD, yakni PKN STAN (Kemenkeu), STTD (Kemenhub), STIS (BPS) dan STMKG (BMKG). “Pengaturan biaya pendaftaran lain dilakukan oleh masing-masing kementerian/lembaga,” imbuh Deputi SDM.

Ditegaskan, hanya peserta yang telah dinyatakan lulus keseluruhan tahapan seleksi yang dapat mengikuti pendidikan. Sedangkan pengangkatan menjadi CPNS baru dilakukan setelah dinyatakan lulus pendidikan dan memperoleh ijazah dari lembaga pendidikan kedinasan bersangkutan dan ditempatkan pada jabatan tertentu berdasarkan usulan dari kementerian/lembaga bersangkutan dan pemda yang melakukan pola pembibitan bagi lulusan STTD. Tetapi semua itu berdasarkan formasi yang ditetapkan oleh Menteri PANRB.

Baca Juga :  Job Fair UB Telah Rampung, Pencari Kerja Antusias Ikuti Dua Hari Penyelenggaran

Setiawan mengingatkan, agar masyarakat berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang dikaitkan dengan proses penerimaan calon siswa/taruna pada 8 sekolah kedinasan ini. “Tidak ada satu orang atau pihak manapun yang bisa membantu kelulusan dengan kewajiban menyediakan uang dalam jumlah tertentu. Jadi jangan percaya calo,” tegas Setiawan. (fam)

 

Sumber: menpan.go.id

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendaftar SNMPTN UM Hari Ini Mencapai 21.562!

Hingga hari ini (6/3) pukul 08.00 WIB jumlah pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) kampus UM terus naik...

Close