PR/Humas Bukan Pekerjaan Yang Glamour

Infokampus.news, Malang – Selama ini masih banyak anggapan bahwa pekerjaan public relations atau humas adalah sebuah pekerjaan yang glamour. Profesi PR masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang karena para praktisinya yang sangat memperhatikan penampilan dibandingkan kualitas kerjanya. Padahal profesi PR tidak hanya sekedar membutuhkan penampilan tapi juga membutuhkan kemampuan dan kompetensi yang tinggi. Pia, begitu ia biasa disapa memberikan pernyataan di hadapan para pengurus dan anggota Perhumas Muda Malang Raya dalam salah satu rangkaian kegiatan PR Boot Camp, Senin 9 April 2018 yang bertempat Ngalup coworking space, bahwa pekerjaan PR itu bukan pekerjaan yang glamor melainkan pekerjaan yang membutuhkan usaha kerja yang tinggi.

Humas Bukan Pekerjaan Yang Glamour

Di dalam kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan kehumasan pengurus dan anggota Perhumas Muda Malang,  Pia mengatakan, “PR harus selalu berpenampilan cetar membahana karena PR merupakan garda depan perusahaan yang harus siap tampil kapan saja perusahaan membutuhkan. Tapi dibalik penampilan yang selalu stand out itu, pekerjaan PR adalah pekerjaan yang rumit, kompleks, dan menuntut waktu yang banyak.” PR adalah pekerjaan fungsi manajemen strategis dimana PR fungsinya tidak hanya berperan sebagai teknisi komunikasi, tetapi juga menjalankan tiga peran lainnya yaitu sebagai penasihat komunikasi bagi CEO, membantu memecahkan masalah di dalam organisasi, dan menjadi fasilitator komunikasi antara organisasi dengan publiknya. Untuk bisa menjalankan keempat peran itu PR/Humas harus memiliki paling tidak enam kemampuan dasar yaitu menulis, kemampuan berkomunikasi, kemampuan melakukan riset, memiliki tingakt kreativitas tinggi, memahami pengelolaan stakeholder serta tahu cara mengatasi krisis. Pia mengatakan bahwa PR itu memiliki banyak pekerjaan, menuntu kemampuan multitasking layaknya dewi Durga yang memiliki tangan lebih dari sepuluh. “Pekerjaan seorang PR itu berat, harus standby 24 jam. Jadi jangan dilihat dari penampilannya saja,” jelas praktisi PR yang sudah berkecimpung selama 25 tahun ini.

Di akhir pertemuan Pia menegaskan bahwa ada enam hal penting yang  harus dimiliki oleh para praktisi kehumasan Indonesia selain berpenampilan menarik, yaitu pertama adalah seorang praktisi PR/Humas harus memiliki etika, kejujuran, dan sikap professional. Kedua, PR praktisi harus memiliki pengetahuan tentang public relations dan ilmu komunikasi yang cukup. Selain itu PR juga harus memiliki tingkat analisis yang tinggi terutama dalam menghadapi perubahan global business environment yang sangat cepat. Terakhir, PR harus memiliki kemampuan cross culture communication agar mampu berkomunikasi dengan stakeholders dari berbagai latar belakang yang berbeda.

 

 

Contact person :

Raissalia Thalita Dwina

Human Relation Development Division Coordinator

081294485048

[email protected]

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Kemenristek Dikti
Nilai Hibah Kemenristek Dikti 2018 UWG Lebihi PT KLASTER UTAMA

Setelah mendapatkan sosialisasi Panduan Edisi Xll Pengajuan Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, esoknya Kamis 5 April 2018, LPPM (Lembaga Penelitian...

Close