PR Kita Semua Sekarang, ‘Mengobati’ dan Meminimalisir Korupsi!

Infokampus.news, Malang – Seperti yang kita ketahui bersama banyak kita jumpai kasus korupsi yang telah diungkap di media-media negeri ini sangatlah memprihatinkan. Betapa tidak, hampir setiap hari banyak pejabat maupun petinggi negara yang namanya bertambah dalam catatan terdakwa kasus korupsi uang negara dalam jumlah yang tidak sedikit.

“Korupsi memprihatinkan merajalela dimana mana setiap kelas setiap jenjang dari yang tertinggi hingga terendah terseret kasus ini. Itu kita sudah tau semua,” ungkap Sunardi, dosen Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam acara diskusi publik yang digelar hari ini (28/12).

Ia mengingatkan para peserta diskusi untuk tetap waspada dan juga teliti dalam setiap tindakan yang dilakukan dalam bekerja. Karena bagaimanapun merebaknya ‘wabah’ korupsi ini harusnya mampu kita bantu ‘obati’ dan meminimalisir jumlahnya.

“Tapi PR kita sekarang yang utama adalah mengobati dan juga meminimalisirnya,” ujarnya.

Pengaruh Korupsi Datang Dari Faktor Internal dan Eksternal

Ia mengungkapkan banyaknya faktor yang menjadi penyebab korupsj di kalangan pejabat maupun sipil aparat pemerintahan. Yang pertama adalah faktor internal dari dalam pelaku korupsi itu sendiri.

“Ya banyak faktor kan sekarang banyak orang korupsi itu ya, kalau orang itu ingin selingkuh pun bisa berujung pada korupsi. Lha, istri kan sudah tau gaji kita berapa lantas uang dari mana buat biayai ‘simpanan’? Ya jelas harus korupsi, karena dia tidak mau usaha lain pilih gampang cepat saja.” paparnya menekankan.

Kedua faktor dari luar ia memberikan beberapa contoh spesifik, salag satunya adalah kurang ‘peka’ nya istri terhadap pemasukan suami yang tidak wajar.

“Ini kasus yang sering terjadi, istri tidak pernah tanya uang dari mana, halal atau tidak langsung diterima saja. Apalagi kalau istrinya doyan belanja,” pungkasnya sambil berseloroh. (Pus)

Berita Terkait

  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang berharap integritas antara KPK dan Universitas Brawijaya (UB) akan terus berlangsung guna memunculkan bibit-bibit penggerak anti korupsi. Hadir sebagai Pemateri Festival Integritas Kampus 2016 yang diselengarakan di Auditorium Nuswantara FISIP UB, Saut berharap adanya tindak langsung dari UB khususnya FISiP dalam memberantas perilaku korupsi walaupun dari perlakuan yang terkecil sekalipun.
  • Infokampus.news - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif mengungkapkan, tindak korupsi di Indonesia bukanlah hal yang baru. Bahkan, tak jarang tindak korupsi justru dilakukan oleh kalangan berpendidikan yang mengenyam bangku kuliah. "Jadi, korupsi itu bukan soal urusan kekurangan uang. Banyak koruptor itu bukan orang miskin. Mereka bahkan sudah pernah kuliah. Tapi itulah godaan," ujarnya disitat dari laman Universitas Airlangga (Unair), Jumat (11/11/2016). Baca Juga: Mahasiswa UNY Buat Kerupuk Lezat dari…

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Salahuddin Wahid, “Membasmi Korupsi, Mimpikah?”

Salahuddin Wahid, adik dari mantan presiden RI Abdurrahman Wahid, menyampaikan sebuah materi ulasan tentang korupsi berjudul 'membasmi korupsi mimpikah?' saat...

Close