Praktisi Arsitektur Ini Soroti Kondisi Daerah Kayutangan Yang Sedang Mati Suri

Infokampus.news, Malang – Salah satu kawasan di kota Malang yang penuh akan corak sejarahnya yaitu daerah Kayutangan memang saat ini sedang berada didalam kondisi yang bisa dibilang Mati Suri. Hal tersebut yang memang diangkat oleh Himpunan Mahasiswa Arsitertur (HMA) Universitas Brawijaya (UB) dalam helatan acara Talkshow Mati Suri 2017. Menurut Praktisi Aristektur dari Institut Teknologi Bandung (ITB),  Ir. Baskoro Tedjo, mengakui bahwa posisi Kayutangan sebagai wisata sejarah kota sendiri mempunyai potensi besar yang seharusnya lebih diperhatikan oleh seluruh kalangan.

“Coba lihat, dibelakang panggung ini ada tempat apa?, ada sebuah pos yang berfungsi sebagai pusat Informasi tujuan wisata yang ada di Malang Raya. Artinya, pemerintah sebetulnya sadar, masyarakat sebetulnya juga sadar, bahwa potensi Kayutangan itu besar dengan di tempatkan kayutangan sebagai pusat dimana kaum pendatang maupun turis pertama kali akan singgah. Permasalahannya yaitu saat ini tidak terkelola dengan baik maksud yang mulia tersebut,” Paparnya.

Kayutangan Harus Tetap Terjaga Goresan Sejarah Dalam Bentuk Arsitektur Bangunannya

Selain itu, untuk menjaga potensi Kayutangan sebagai daerah sejarah di Kota Malang, Diakui Oleh Praktisi Arsitektur Kota Malang, Ir. Sahirwan, salah satunya adalah menjaga bangunan asli yang ada disekitar daerah kayutangan. Kondisi saat ini, bangunan asli sudah banyak tergantikan dengan dibangunnya gedung dengan arsitektur gaya modern yang tentunya menghilangkan kesan sejarah daei wilayah kayutangan itu sendiri.

“Bangunn di tepi jalan kayutangan ini sendiri mulai beralih ke bangunan modern. Pertanyaannya apakah bangunan asli jaman dahulu di Wilayah Kayutngan masih ada? Apa jika kita buka topengnya, wajah kyutangan yang dulu masih ada? ini yang jadi perhatian kita seharusnya untuk menjaga keaslian bangunan jika memang Kayutangan ingin dijadikan salah satu destinasi wisata sejarah Kota Malang,” Pungkasnya.

Dampak Hilangnya Daya Tarik Kayutangan Berimbas Pada Kondisi Perniagaan Saat Ini

Kondisi Kayutangan yang saat ini tidak lagi dilirik oleh masyarakat Kota Malang juga mempunyai dampak matinya perniagaan-perniagaan yang dulu menjadikan Kayutangan sebagai salah satu wilayah yang sangat produktif pada jaman dahulu. Didukung oleh jalan utama tempat dilalui oleh kendaraan baik masyarakat dalam maupun luar kota, Kayutangan sempat menjadi jantung perniagaan di Kota Malang. Hal tersebut menurut Ketua Pelaksana Mati Suri 2017, Gilang,  harus dimanfaatkan pemerintah daerah.

“Keuntungan kayutangan itu sebenarnya dilalui oleh jalan utama, yang seharusnya bisa menjadikan kayutangan itu lebih produktif dan tidak mati suri seperti ini. Seluruh kalangan harus sadar bahwa kayutangan punya nilai sejarah yang tinggi, dan jika dikelola dengan baik akan membuat kayutangan menjadi destinasi sejarah yang bagus bagi kota Malang layaknya Bandung dengan Braga dan Semaranga dengan kota Lamanya,” Ungkap Mahasiswa Arsitektur UB Tersebut. (uch)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Alasan UB Kampus Kediri Masih Melakukan Tes Mandiri Tulis!

Pihak Universitas Brawijaya Malang (UB) telah menetapkan tidak diberlakukannya tes tulis jalur mandiri di tahun 2017 ini

Close