Prediski Badai Matahari Akan Terjadi Hari Ini ! Dosen ITB Jelaskan Dampak Bagi Manusia

Infokampus.news – Sepertinya akan ada peristiwa yang tidak biasa pada malam jum’at ini (15/3). Masyarakat pendasaran dengan adanya prediksi badai matahari yang akan terjadi hari ini. pemeberitahuan ini pertama kali muncul melalui met office. met office merupakan instansi yang memberi layanan cuaca di Inggris.

Met Office menjelaskan dampak dari badai matahari salah satunya bisa melumpuhkan sinyal ponsel, tangkapan tv digital, akurasi GPS dan masih banyak lagi. kira-kira dampak badai matahari untuk manusia apa ya sobat FoKus?

Beberapa hari sebelum prediksi badai matahari itu terjadi, Dr Dhani Herdiwijaya MSc dalam kuliah umum Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (ITB) juga membahas soal badai matahari dengan judul “Cuaca Antariksa dan Dampaknya terhadap Teknologi dan Kesehatan”.

Ia menyampaikan materi itu seiring kemajuan teknologi dan rasa penasaran manusia yang amat tinggi, dan penelitian mengenai iklim dan cuaca di antariksa sudah banyak dilakukan. Menurut Dhani Herdiwijaya, sejarah mencatat pernah terjadi peristiwa besar yang sangat merugikan ketika badai matahari terjadi di antariksa.

“Ini terjadi di Inggris, listrik dan telekomunikasi terputus, saat itu mereka masih bingung penyebabnya, Tetapi akhirnya sadar bahwa sebabnya bukan berasal dari bumi melainkan di luar bumi, yaitu badai matahari,” katanya.

Peristiwa tersebut memiliki dampak luas. Hal itulah yang mengawali keseriusan manusia dalam memahami cuaca di antariksa. Para peneliti memang baru saja menemukan bukti adanya badai matahari dahsyat yang pernah terjadi sekitar 2.679 tahun yang lalu.

Menurut para peneliti, peristiwa purba ini bisa menjadi badai matahari terbesar yang pernah menerjang planet ini. Temuan ini menjadi penting bagi ilmu pengetahuan. Sebab jika sampai terjadi hal yang serupa di era modern, ledakan plasma dan radiasi elektromagnetiknya berpotensi berdampak serius pada kehidupan di Bumi.

Sementara itu, Dosen Astronomi itb, Ferry Simatupang memberi penjelasan tentang badai matahari  badai matahari merupakan kejadian dimana aktivitas matahari berinteraksi dengan medan magnetik bumi. Dijelaskannya, badai matahari ini berkaitan langsung dengan peristiwa solar flare dan CME. Kedua hal itulah yang menyebabkan terjadinya badai matahari. Solar flare adalah ledakan di matahari akibat terbukanya salah satu kumparan medan magnet permukaan Matahari. Ledakan ini melepaskan partikel berenergi tinggi dan radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang sinar-x dan sinar gamma.

Dampak yang dimaksud antara lain, gangguan pada jaringan listrik karena transformator dalam jaringan listrik akan mengalami kelebihan muatan, gangguan telekomunikasi (merusak satelit, menyebabkan black-out frekuensi HF radio, dll), navigasi, dan menyebabkan korosi pada jaringan pipa bawah tanah. Peristiwa gangguan besar yang disebabkan oleh badai matahari, yang paling terkenal adalah peristiwa tahun 1859.

Di Indonesia sendiri, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan badai angin matahari yang diprediksi akan sampai ke Bumi dalam waktu dekat, tidak berdampak langsung bagi wilayah Indonesia. (Jul) 

 

 

 

 

Berita Terkait

  • Infokampus.news - Seiring dengan persaingan global di era digital ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggelar Employer Branding di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ajang yang juga dihelat di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia ini bertujuan menjaring talenta muda untuk berkarier di PLN. "Employer branding merupakan satu program yang tugas utamanya membantu bidang pengadaan pegawai (rekrutmen) melalui sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia" ujar Executive Vice President Corporate Communication…
  • Infokampus.news, Malang - Demi berantas kemiskinan di Jawa Timur yang angkanya masih cukup tinggi dibandingkan provinsi-provinsi lain di Jawa, Balitbang Provinsi menggandeng beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Malang. Kepala Balitbang Provinsi Jawa Timur Agus W menyebutkan akan menggandeng kampus tidak hanya di bagian riset saja namun juga pada pelaksanaan pengentasan kemiskinan. "Saat ini kemiskinan masih 2 digit  sekitar 4 juta orang yang miskin, kami berharap…
  • Infokampus.news – Dilatarbelakangi oleh fenomena klimatologi di wilayah Timur Tengah, peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan aplikasi untuk mendeteksi badai. Inovasi ini diberi nama “Hidrometeorological Hazard Early Warning System (H-HEWS)” yang dibuat khusus untuk mendeteksi badai di Arab Saudi. Baru-baru ini, inovasi karya peneliti Dr. Armi bersama tim ini berkesempatan mengikuti Festival Janadriyah Ke-33 di Riyadh, Arab Saudi. Armi memaparkan, bencana badai yang sering terjadi di Arab Saudi akhir-akhir ini…

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *