Production House di Malang Bikinan Mahasiswa UB. Belum Genap Setahun, “Ada Ide” Capai Omzet Jutaan Rupiah.

Infokampus.news, Malang – Menjadi penggiat karya tentu bukanlah perkara mudah. Apalagi untuk memperoleh penghasilan dari karya sendiri. Hal tersebut dirasakan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang menginisiasi sebuah production house di Malang bernama Ada Ide. Beranggotakan Joseph Adi, Qinanta Putra, Aril Nurhuda, Dhia Arya Wicaksono, dan Satria Basudewa, Ada Ide memutuskan untuk terjun ke dunia kreatif bermodalkan kerja tim dan pengalaman yang telah ditempa dalam organisasi kampus sebelumnya. Walaupun belum genap setahun berdiri, Ada Ide telah capai omzet jutaan rupiah.

Ada Ide yang terbentuk pada 8 Januari 2017 bermula dari buah pemikiran Joseph dan Aril. Awalnya, konsep Ada Ide hanyalah sekedar project tugas kuliah yang mereka kerjakan secara berkelompok. Namun setelah melihat tanggapan yang baik dari hasil project tersebut, mereka berdua sepakat untuk melanjutkan Ada Ide menjadi hal yang lebih besar lagi, yaitu perusahaan konsep yang menghasilkan uang. Mereka pun mengajak Qinanta, Wicak dan Satria untuk bergabung dan membentuk start up baru.

“Awalnya nih kita lihat bisa nih diseriusin. Akhirnya kita milih nyari orang yang passion over profit dulu karena awalnya prospeknya belum kelihatan. Karena kalo kita nyari orang-orang yang udah money oriented, bakalan susah. Setelah itu, akhirnya kita ketemu sama Wicak, Qinan dan Satria” ujar Joseph.

Dari Dihargai Murah Hingga Capai Omzet Jutaan Rupiah

Sulitnya memulai start up dialami betul oleh Ada Ide. Awal mula terbentuk, Ada Ide sempat mengalami kesulitan karena harga yang dipatok tergolong sangat murah dibanding dengan apa yang telah dikerjakan. Hal ini bukan tanpa alasan. Kepekaan masyarakat yang cenderung masih rendah terhadap jasa-jasa kreatif membuat mereka untuk mengalah terlebih dahulu.

“Karena waktu itu kita fokusnya branding ya. Dulu 4 bulan pertama kita berdiri kita dibayar dengan bayaran seadanya dan itu berasa nggak sebanding sama apa yang kita kerjain. Tapi sekarang sejak Juni kemarin job kita lagi gila-gilanya sehingga terbayar lah duka di awal. Brand udah ada, job udah rame, baru kita sesuaikan sama pasar “, sambung Satria.

Kiat Memulai Start Up Ala Ada Ide

Meskipun masih mahasiswa, pencapaian Ada Ide tidak bisa dianggap sebelah mata. Omzet jutaan dalam waktu kurang dari setahun membuat mereka patut diperhitungkan di dunia kreatif. Menurut mereka, keberhasilan yang dicapai saat ini karena menerapkan hal-hal penting yang patut jadi pegangan untuk mereka yang berencana memulai start up di bidang kreatif, yaitu:

1. Jangan pikir uang dulu.

Mindset ini menurut Satria selaku marketing dari Ada Ide penting sekali. Menurutnya, hal yang paling mendasar adalah bagaimana kita bisa menikmati apa yang sedang dikerjakan. “Jika kità sudah menikmati, maka kita bakalan enjoy berapapun bayarannya.”, tutur Satria.

2. Jemput bola.

Kemudian yang kedua menurut Satria adalah jemput bola. Sebagai start up baru, maka yang harus dilakukan adalah aktif mencari customer. “Karena belum punya nama ya, jadi harus aktif.” ujarnya.

3. Punya Standard Operating Procedure (SOP)

“SOP penting karena berkaitan dengan kinerja. Jadi kita nggak bakal seenaknya bekerja karena sudah ada prosedurnya” tutup Satria. (rak)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kuliah di Arab Saudi? Siapa takut?! Yuk Merengkuh Nikmatnya Kuliah di Arab Saudi

Infokampus.news - Sobat Fokus, pernah kebayang untuk kuliah di Arab Saudi? Mari kita lupakan sejenak stigma negeri Arab yang panas,

Close