Prof. Dr. Ir. Bambang Tri Rahardjo, SU Kenalkan Era Baru Pengelolaan Hama Tanaman dengan Manipulasi Habitat

INFOKAMPUS.NEWSProf. Dr. Ir. Bambang Tri Rahardjo, SU, salah satu Professor dari Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya (UB) meneliti tentang “Era Baru Pengelolaan Hama Tanaman dengan Manipulasi Habitat”.  Professor  Bambang dikukuhkan pada hari Rabu di Gedung Widyaloka UB (20/11).

 

 

Dalam penelitiannya, Prof. Bambang menjelaskan mengenai pentingnya manipulasi habitat dalam perspektif pengelolaan hama tanaman.

 

“Sampai saat ini pada umumnya petani masih menggunakan pestisida secara intensif dalam sistem budidaya tanaman, sehingga berdampak buruk karena matinya berbagai jenis binatang bermanfaat. Di alam telah tersedia faktor pengendali alami (natural control) tetapi terabaikan akibat sistem budidaya tanaman yang tidak ramah lingkungan. Perlu upaya untuk menumbuh kembangkan faktor pengendali alami melalui manipulasi habitat (Ecological engineering), sehingga keseimbangan alam akan kembali normal,” paparnya.

Menurut Bambang, pengertian hama tanaman seringkali rancu dengan pengertian penyakit tanaman. Hama adalah binatang. Termasuk hama jika ada unsur kerugian ekonominya. Karena, mungkin saja suatu tanaman rusak karena dimakan binatang, tetapi jika tidak menimbulkan kerugian ekonomi, berarti binatang tersebut tidak disebut sebagai hama.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Website Freelance Indonesia yang Bisa Kamu Coba, Auto Tambah Cuan!

 

Ia mencontohkan, serangan ulat Cricula trifenestrata pada tanaman alpukat yang  menghabiskan seluruh daun tanaman, tetapi justru tanaman berbuah lebat, karena kotoran (fras) yang dihasilkan memberikan tambahan nutrisi bagi tanaman alpukat itu sendiri.

 

Salah pengertian terhadap definisi hama, menyebabkan masyarakat  khawatir bahwa setiap binatang pasti akan menjadi masalah (entomophobia). Tindakan selanjutnya pasti akan dilakukan penyemprotan dengan pestisida.
Manipulasi habitat merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan keseimbangan alam dalam agroekosistem. Berbagai contoh pengendalian hama melalui manipulasi habitat antara lain budidaya tanaman sehat atau pertanian organik, pertanian ramah lingkungan, penanaman tumbuhan untuk menarik serangga bermanfaat, seperti tanaman sejenis sawi, bunga matahari, wortel, marigold, jagung, dan tanaman buncis.
Kajian tentang manipulasi habitat pada tanaman pertanian masih terus dilakukan sampai diperoleh model yang konsisten berdasarkan kondisi agroekologi setempat.
Menurut Bambang, perlu diusulkan masuk dalam Undang-undang Sistem Budidaya Tanaman, yang mungkin salah satu klausulnya adalah mengatur tentang pentingnya melakukan manipulasi habitat dalam suatu kawasan/landskap. (Rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published.