Prof. Dr. Ir. Maftuch, M.Si., dan Prof. Dr. Titin Andri Wihastuti, S.Kp., M.Kes., Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar UB Hari Ini

Infokampus.news, Malang – Hari ini (24/7) Universitas Brawijaya Malang (UB) resmi kukuhkan 2 guru besar asal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FKIP), Prof. Dr. Ir. Maftuch, M.Si., dan Fakultas Kedokteran Prof. Dr. Titin Andri Wihastuti, S.Kp., M.Kes,. Keduanya mengaku cukup antusias akhirnya perjuangan panjang mereka menjadi guru besar akhirnya tercapai tahun ini.

Prof. Dr. Ir. Maftuch, M.Si., atau yang akrab disapa Maftuch, hari ini memaparkan pidato ilmiahnya tentang ‘Peran Imunologi Dalam Pengembangan Kesehatan Hewan Akuakultur’. Pria kelahiran Lamongan ini menemukan bahwa saat ini produksi akuakultur mengalami tantangan yang sangat besar dengan adanya akumulasi limbah besar-besaran.

Hal ini berdampak pada serangan penyakit virus, bakteri, parasit dan jamur yang mengakibatkan gagal panen. “Untuk itu saya menyarankan beberapa upaya preventif seperti jika ada produksi akuakultur yang menghasilkan limbah diimbangi adanya instalasi pengolahan limbah, kedua dari segi IT bisa mendesain sensor yang bisa deteksi kualitas air secara berkala, bisa juga terapi imunologi dengan stimulan dan vaksin.” Tukasnya pada wartawan.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

Menurutnya saat ini sudah saatnya bagi pemerintah untuk mengencangkan para pelaku industri, termasuk industri akuakultur untuk memiliki intalasi pengolahan limbah sebelum membuang limbah. Selain itu juga regulasi untuk membuat kawasan industri berada di satu area saja juga efektif untuk menekan angka pencemaran limbah, terutama pencemaran limbah di perairan.

Jika keberhasilan produksi akuakultur ini bisa dicapai, maka ketersediaan kebutuhan protein hewani di Indonesia bisa terpenuhi. Tidak perlu lagi melakukan impor besar-besaran daging maupun hasil laut dari negara tetangga.

Sedangkan Prof. Dr. Titin Andri Wihastuti, S.Kp., M.Kes., memaparkan orasi ilmiahnya hari ini tentang ‘Perspektif Ilmu Biomedik Untuk Pengembangan dan Inovasi Keperawatan di Masa Depan’. Menurutnya, perkembangan ilmu dan teknologi termasuk ilmu biomedik di Indonesia saat ini sudah cukup pesat. Hal ini sebenarnya juga memberikan dampak positif bagi bidang ilmu kesehatan, khususnya keperawatan.

Menurutnya sesuai dengan perkembangan ini perawat perlu terus menerus mengikuti dan menguasai berbagai perkembangan keilmuan untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pasien maupun klien. “Salah satu tantangan terbesar dalam keperawatan saat ini adalah bagaimana mengelaborasikan berbagai disiplin ilmu dasar seperti biologi, fisiologi, kimia, kebijakan kesehatan, dkonomi dan sebagainya ke dalam penelitian, teori dan praktik klinis keperawatan.” Ungkap Titin.

Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Wanita kelahiran Purworejo, 26 Februari 1977 ini juga menyebutkan seperti penggunaan terapi komplementer kulit manggis terhadap pengembangan penelitian biomedik keperawatan juga merupakan salah satu bentuk inovasi para perawat untuk berkontribusi terhadap ilmu kesehatan di Indonesia. Menurut Titin, sudah saatnya para perawat melakukan pengembangan dan inovasi komplementer untuk memberikan kontribusi lebih bagi kesehatan masyarakat.

Dengan dikukukuhkannya 2 guru besar ini, maka Prof. Dr. Ir. Maftuch merupakan guru besar ke-17 di FPIK dan ke-241 di UB sedangkan Prof. Dr. Titin Andri merupakan guru besar ke-31 di FK dan ke-242 di UB. (PUS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *