Program PKM Untuk Pengrajin Tahu Bapak Rahmat Di Desa Gedangsewu, Pare Kediri

Program Kemitraan Masyarakat atau yang sering dikenal dengan PKM, kerjasama antara LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Widyagama Malang dengan Kemenristekdikti pada tahun anggaran 2018 pelaksanaan tahun 2019 dengan pelaksana program yakni bapak Dr. Gunarianto, SE.MSi., sebagai ketua dan Ir. H. Toni Dwi Putra, BE.MMT., sebagai anggota mengandeng mitra pengrajin usaha tahu di Desa Gedangsewu Pare Kediri.
Program PKM ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas produksi tahu milik bapak Rahmat di Desa Gedangsewu Pare Kediri, dimana bapak Rahmat sudah lama menjadi pengrajin usaha tahu sejak tahun 1997 silam hingga sekarang. Awal mula adanya kesepakatan pemberian bantuan kemitraan dari LPPM Universitas Widyagama Malang dengan pengrajin tahu di Desa Gedangsewu ini adalah karena berdasarkan survey lapangan yang dilakukan oleh bapak Dr. Gunarianto, SE.,MSi., dan Ir. H. Toni Dwi Putra, MMT., melihat potensi usaha tahu yang perlu mendapatkan bantuan.
Pengolahan tahu harus memenuhi standar produksi yang baik, lingkungan atau tempat kerja yang bersih dan nyaman, peralatan kerja yang bersih harus menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh seorang pengrajin olahan makanan seperti pembuatan tahu bapak Rahmat. Permasalahan yang lain dari bapak Rahmat adalah karena terkendala dana untuk merenovasi dan memperbaiki alat kerja yang memang sudah lama dan aus perlu diganti dengan yang baru.
Melihat permasalahan tersebut, bapak Gunarianto dan bapak Toni Dwi Putra, melalui program PKM tahun 2018 pelaksanaan tahun 2019 ini membantu untuk merenovasi tempat kerja dan mengganti peralatan kerja yang rusak dengan peralatan kerja yang lebih baik terbuat dari bahan stainless steel dengan ukuran yang lebih besar dari alat tungku masak yang lama.
Tentu bapak Rahmat dan istri sangat senang dan terharu sekali karena tanpa disangka mendapatkan bantuan peralatan dan renovasi tempat kerja untuk memproduksi tahu di dapur tempat kerjanya. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada Universitas Widyagama Malang, yang telah memberikan bantuan kepada kami pengusaha kecil yang mana dengan bantuan yang diberikan kepada kami berupa alat tungku / wajan untuk memasak tahu yang lebih besar dan dari bahan yang bagus yaitu stainless steel serta perbaikan tempat/ruang kerja ini sangat membantu sekali dan semoga dapat meningkatkan hasil produksi masak tahu kami setiap hari. Sehingga dapat meningkatkan penghasilan sehari-hari dari produksi tahu yang kami lakukan setiap hari. (kata pak Rahmat kepada bapak Gun dan pak Toni)
Kami juga punya anak yang kuliah di Kampus Universitas Widyagama Malang, dimana kami harus membiayai anak kami dari hasil kami membuat tahu dan dipasarkan langsung ke pelanggan kami. Produksi tahu kami setiap hari 30 kg atau 500 biji tahu potongan, dan kami antar ke pelanggan setia kami yang selalu menunggu setiap pagi jam 05.00 WIB. Mudah-mudahan dengan bantuan alat yang bagus dan lebih besar ini kami dapat memproduksi lebih banyak lagi yakni menjadi 1000 biji tahu potongan, sehingga semua permintaan pelanggan dapat kami penuhi. Terima kasih kepada bapak Gun dan Abah Toni atas bantuannya dan semoga kampus Widyagama semakin maju. (demikian kata Ibu Rahmat)
Selain bantuan peralatan dan renovasi tempat kerja, program PKM pengrajin tahu di Desa Gedangsewu ini juga mendapatkan bimbingan dan penyuluhan tentang manajemen usaha yang baik, pengemasan produk yang higienis, dan pemasaran yang dapat menjangkau ke pasar modern (Swalayan) dengan merk dan kemasan dagang yang bisa dikenal masyarakat luas penikmat aneka olahan tahu di Pare Kediri. (san/pip)

Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *