Jadi Guru Milenial? Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unikama Gelar Kuliah Umum Bahas Tips dan Trik Ini

Infokampus.news, Malang – Menjadi guru milenial punya tantangan dan juga keuntungan sendiri di era yang serba canggih ini.  revolusi industri 4.0, sebagai guru milenial dituntut untuk melek teknologi karena dengan begitu guru mudah mengetahui pola atau kebiasaan hidup generasi milenial.

Seperti yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum., dosen asal FKIP Universitas Sebelas Maret selaku  pemateri dalam Kuliah Umum di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) yang bertajuk ‘Mengubah Mindset Sarjana Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0’.

Kegiatan kuliah umum ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unikama Malang  pada Sabtu (23/3) bertempat di Auditorium Multikultural Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama). Muhammad Rohmadi memberikan penjelasan bahwa peluang yang ada di era yang serba digital ini sangat terbuka luas. Khususnya dalam bidang berbinis baik di skala kecil maupun besar.

“Siapa disini yang jual pulsa? Lapak online? Nah, Itu yang bisa ambil peluang. Saya saja juga punya kok bisnis pulsa,” ungkapnya pada para mahasiswa Unikama.

Bahkan tak jarang mahasiswa yang berkonsultasi dengannya, sangat santai membicarakan soal bisnis pribadi mereka sekaligus berkonsultasi. “Mahasiswa saya kalau ketemu saya yang di bahas pertama bukan konsultasi, tapi apa? Bisnisnya. ‘Pak, setelah saya praktikkan ajaran bapak yang harus berkolaborasi, dan lainnya itu pak sekarang omzet saya sampai 50 juta pak’. Wah kalah saya,” tukas pria yang akrab disapa Mamat ini.

Kendati demikian, tantangannya pun sudah sangat besar. Lebih dari 90% anak SD di Indonesia menurut salah satu lembaga survey sudah terpapar pornografi. Tentu sebagai pendidik hal ini merupakan tantangan yang sangat besar.

“Nah untuk itu jadi guru jangan hanya guru saja, dosen jangan hanya dosen saja tapi kalian harus inovatif dan kreatif terutama dalam pengajaran itu,” tukasnya.

Jika pembelajaran di dalam kelas itu kuat dan mampu mendidik siswa untuk memiliki karakter yang baik, menurutnya guru juga akan dirindukan murid. “Memang berat, butuh bertahun-tahun untuk belajar membungkuk pada orang tua saja, sulit, tapi tetap harus ditanamkan,” tandasnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
38 Tahun Unisma, Belasan Milyar Dianggarkan Untuk Laboratorium 5 Lantai Tahun ini

Salah satu mimpi Universitas Islam Malang (Unisma) miliki laboratorium 5 lantai akan segera terwujud. Tahun ini di bulan April, pihak...

Close