Protect Magic: Pelindung Ponsel Organik Ala Mahasiswa Universitas Brawijaya

Infokampus.newsUniversitas Brawijaya (UB) Malang lagi-lagi menyumbang inovasi di bidang agroekoteknologi. Lima mahasiswa dari tiga fakultas berbeda berhasil menciptakan pelindung ponsel dari pertumbuhan bakteri saureus dengan bahan dasar buah-buahan, yakni buah kelapa dan apel yang diberi nama “Protect Magic”.

Kelima mahasiswa tersebut adalah M Kiki Saputra (Fakultas Pertanian), Grandy Zovanca (Fakultas Pertanian), Revin Yohanes Abraham (Fakultas Pertanian), Cynthia Ayu Dwi Lestari (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), dan Rininta Arifianingsih (Fakultas Kedokteran). Dalam projek ini, mereka dibimbing oleh dosen Fakultas Pertanian Afifuddin Latief Adiredjo.

“Protect Magic berupa spray dari ekstrak kelapa dan apel. Cara pemakaiannya tinggal disemprotkan secukupnya saja ke area HP selain kamera sebagai area sensitif,” kata M Kiki Saputra selaku Ketua Tim Protect Magic UB Malang, Selasa (3/3/2019).

Pada saat disemprotkan, jelas Kiki, cairannya seperti embun. Setelah itu jika diusap pakai tisu maka akan muncul aroma apel. Protect Magic tersebut sudah melewati tiga kali proses uji laboratorium dan hasilnya mampu menghambat pertumbuhan bakteri saureus itu.

Ide pembuatan Protect Magic tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya perkembangan teknologi dan mobilitas manusia. Mobilitas manusia tidak terlepas dari suatu alat komunikasi, salah satunya yakni berupa smartphone yang berpotensi mengganggu kesehatan karena berperan sebagai pembawa sejumlah mikroorganisme patogen pada manusia.

Ia melanjutkan, saat ini ponsel menjadi sebuah kebutuhan, sehingga sangat jarang orang bisa lepas dari HP dalam kehidupan sehari-hari. Namun di sisi lain juga menjadi ancaman bagi kesehatan karena ada bakteri yang tumbuh. Dampaknya, pengguna bisa terkena penyakit seperti flu, bahkan bisa menyerang ginjal atau jantung. “Pemakaian Protect Magic seperlunya saja selama HP sering dipakai,” ujar Kiki.

Inovasi yang dibuat kelima mahasiswa lintas program studi tersebut berhasil meraih Gold Medal dan Special Awards dari International Invention and Innovation Promotion Assosiation in Honor of Highest Standart of Excellence.

Inovasi itu sempat mendapat penawaran untuk mengembangkan kerja sama di Malaysia dari UPMSTEM, School of Education and Social Sciences, dan Leading Edge NDT Technology (LENDT) Industrial Technology Division, namun tim penemu Protect Magic tersebut lebih memilih mengembangkannya di Indonesia.

“Ke depan kami ingin mengembangkan Protect Magic secara komersial agar lebih bermanfaat lebih luas bagi masyarakat, apalagi pengguna HP sangat banyak di Indonesia,” katanya.

Gelaran International Invention and Innovation Promotion Assosiation in Honor of Highest Standart of Excellence ini diselenggarakan Group Professional Trade Exhibition and Meeting Planners (PROTEMP) dan Malaysian Association of Research Scientist (MARS).

Dalam ajang Asian Youth Innovation Awards (AYIA) – Malaysia Technology Expo (MTE 2019), yang berlangsung (21/02 – 23/02/2019) di Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Protect Magic juga berhasil menyingkirkan peserta dari 19 negara.

Kompetisi tersebut merupakan ajang terbesar yang mempertemukan penemu, perancang, desainer internasional, pengusaha, universitas, dan lembaga untuk menampilkan penemuan, ide, prototipe, produk dan desain terbaru mereka kepada investor, produsen, distributor dan pemasar, dengan tujuan mengaplikasikan ide-ide mereka menjadi produk nyata. (him)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
workshop training liga mahasiswa
Jadi Tuan Rumah Workshop dan Training Liga Mahasiswa, Unikama Mulai Unjuk Gigi

Infokampus.news, Malang - Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) harus berbangga karena didapuk menjadi salah satu tuan rumah workshop dan training Liga

Close