PSM Unisma Kembali Torehkan Prestasi di Ajang Internasional

Infokampus.news– PSM Unisma Bunga Almamater kembali  torehkan prestasi dalam ajang Penabur International Festival 2019. PSM Unisma bersaing dengan 13 negara untuk memperebutkan gelar juara, berkat usahanya tersebut, mereka berhasil mengantongi 2 medali emas. Ini  merupakan kali ketiga PSM menang di tingkat internasional.

Setelah  memenangkan ajang  internasional, Penabur Internasional Festival  2019,  tim PSM sudah mulai berlatih untuk mempersiapkan lomba – lomba yang akan terselenggara berikutnya. Di bulan Desember, Tim PSM akan menentukan lomba/event mana yang akan diikuti, sekaligus mempelajari karakteristik dari lomba yang akan diikuti, sehingga mereka akan tampil dengan lebih optimal.

“Tiap lomba yang diikuti oleh Tim PSM memiliki karakter yang berbeda – beda.Bagi ukm yang sudah memiliki bibit unggul, Universitas akan memberikan pembinaan yang ekstra. Memang setiap  tahun dari Universitas  sudah menargetkan untuk menjadi juara dalam ajang internasional. Seperti pada PSM ini akan diberikan  pembinaan yang  intensif, selain PSM  pemberian pembinaan yang intensif  juga dilakukan pada MTQ khusus pada tilawah dan kaligrafi  karena disitu terdapat bibit unggul” ungkap Dr. Ir. Badat Muwakhid MP, Wakil Rektor III UNISMA.

Baca Juga :  Intip Para Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Digitalisasi Kampus menuju World Class University

Total yang mengikuti kompetisi ini sejumlah 40 orang. Mereka memulai keberangkatannya pada tanggal 31 Agustus 2019 untuk mulai mempersiapkan diri mengikuti ajang ini. Lomba ini terbagi menjadi 2 sesi yaitu lomba lagu mix dan lagu rakyat. Untuk lagu rakyat PSM membawakan Kicir-Kicir dari Jakarta dan Hela Rotan dari Maluku.

Pada kompetisi ini mereka sudah mempersiapkan diri sejak bulan Maret 2019. Banyak sekali tantangan yang mesti dihadapi. Apalagi mereka tergabung dalam tim sehingga diperlukan adanya persamaan visi misi serta tujuan yang sama. Tantangan lain yang mesti dihadapi pada saat persiapan lomba adalah waktu mereka yang banyak tersita untuk latihan.

“Tantangan yang dihadapi adalah waktu libur yang menjadi lebih singkat, misalkan waktu libur 3 bulan itu digunakan untuk latihan setiap pagi dan sore. Selain itu karena PSM menampung banyak orang sehingga perlu dibangun persepsi yang sama agar bisa menjalankan prosesnya dengan baik” jelas Malia Anjani, Sekretaris Umum PSM Bunga Almamater.

Kemenangan mereka dalam ajang kompetisi Internasional ini diumumkan pada acara pembukaan Master Maba (Masa Transformasi dan Pengembangan Karakter Mahasiswa Baru) di Gedung Bundar Unisma, Rabu (11/9/2019) di hadapan banyaknya mahasiswa baru Unisma. (Nid)

Leave a Reply

Your email address will not be published.