Punya Nilai Historis yang Unik, Museum Brawijaya Sepi Pengunjung Mahasiswa

Infokampus.news, Malang – Selain dikenal sebagai kota pendidikan, Malang juga dikenal dengan budaya dan sejarahnya. Kota bunga ini mempunyai nilai historis yang layak untuk kita pelajari. Salah satu tempat wisata edukasi yang patut untuk kita kunjungi adalah Museum Brawijaya.

musium-1

Museum yang terletak di Jalan Ijen ini menawarkan koleksi-koleksi serta catatan sejarah pada zaman penjajahan sampai pergerakan masyarakat Jawa Timur pada masa setelah kemerdekaan. Koleksi di Museum Brawijaya ini merupakan saksi bisu rakyat dan tentara Jawa Timur berhasil mengalahkan sekutu yang datang untuk merebut kemerdekaan Indonesia.

Ada Koleksi Gerbong Maut, Hii Seram!

musium-2

Koleksi museum yang berdiri tahun 1967 inipun beragam, mulai senjata yang digunakan tentara dan sekutu, lukisan pertempuran, mobil De Soto milik kolonel Soengkono, serta banyak lagi koleksi koleksi piagam dan piala yang diperoleh Kodam Brawijaya.

Baca Juga :

Salah satu koleksi yang paling terkenal di Museum ini adalah Gerbong Maut. Koleksi ini mungkin adalah koleksi paling terkenal di museum ini hingga banyak yang mengulas dari sisi mistisnya. Menariknya, gerbong ini merupakan saksi kekejaman penjajah Belanda terhadap pejuang Indonesia. Bagaimana tidak, pada zaman dulu Belanda menggunakan gerbong ini untuk mengangkut tawanan perang Indonesia dari Bondowoso dengan keadaan pintu tertutup. Dengan kondisi tersebut, banyak pejuang Indonesia yang meninggal selama perjalanan.

Pengunjung Diidominasi Pelajar, Mahasiswa?

musium-3

Menurut salah satu pengurus museum, karakteristik pengunjung Museum yang dibuka mulai pukul 08.00-15.00 WIB ini beragam, mulai pelajar sampai kalangan umum. Tapi tidak dapat dipungkiri, pengunjung terbanyak dari museum ini adalah pelajar dan itupun karena tugas dari guru mereka. Ia juga berharap, banyak kalangan baik itu pelajar, mahasiswa, atau umum yang berminat untuk ke museum seperti pada zaman dahulu.

“Mahasiswa yang berkunjung kemari masih sedikit dibanding pelajar, padahal disini jumlah kampus dan mahasiswa banyak. Harapan saya ya makin banyak yang datang lah agar museumnya juga tidak sepi dan banyak memberi manfaat. Ayo kita kemuseum karena museum itu asik!” tandasnya.

Penulis : Ucha Julistian
Editor : Galuh Pandu

Foto : Ucha – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Mahasiswa Aktivis dan Berprestasi? Yuk Coba Beasiswa Ini
Mahasiswa Aktivis dan Berprestasi? Yuk Coba Beasiswa Ini

Hai para aktivis kampus, buat kamu yang aktif dalam kegiatan organisasi intra dan ekstra kampus maupun organisasi kemasyarakatan lainnya, kalian...

Close