Pusat Kajian One Health Unud Fokus pada Zoonosis

Infokampus.news – Universitas Udayana (Unud) membentuk Pusat Kajian One Health yang fokus pada penanganan penyakit zoonosis, infeksi penyakit dari hewan ke manusia. Gubernur Provinsi Bali, Made Mangku Pastika berharap ini mendukung upaya penuntasan zoonosis, khususnya rabies di Pulau Dewata.

“Rabies ini menjadi salah satu zoonosis momok bagi masyarakat Bali,” katanya Rabu, (14/12).
Rabies di Bali masih belum tuntas meski berbagai upaya preventif dan represif sudah dilakukan sejak 2009. Penyebaran penyakit ini, kata Pastika bukan saja mengancam kesehatan masyarakat, tapi juga berdampak pada sektor pariwisata, bahkan sudah menjadi komoditas politik.

Baca Juga:

Penanganan rabies yang belum juga selesai juga menguras anggaran pemerintah. Kasus rabies ini, kata mantan Kapolda Bali ini berdampak buruk pada citra Bali sebagai daerah tujuan wisata. “Saya berharap pusat kajian ini menemukan langkah nyata, efektif, dan solutif supaya Bali bisa bebas dari penyebaran rabies,” kata Pastika.

Penyakit zoonosis lain yang diwaspadai di Pulau Dewata adalah demam berdarah dan flu burung atau avian influenza. Ketua Pusat Kajian One Health Unud, Sri Budiyanti mengatakan pusat kajian ini sebetulnya sudah diinisiasi sejak 25 Juli 2016.

“Kami didukung para ahli dari berbagai disiplin ilmu dan memang fokus menangani dan mengantisipasi berbagai penyakit zoonosis,” kata Sri.

Pusat Kajian One Health Unud melakukan kajian terhadap wabah penyakit menular yang tidak atau belum diketahui sebelumnya, serta penyakit menular baru yang kasusnya meningkat signifikan dalam dua dekade terakhir atau disebut juga emerging disease. Selain itu, Pusat Kajian One Health Unud juga mengaji penyakit menular yang muncul kembali setelah terjadi penurunan signifikan sejak insiden di masa lampau atau re-emerging disease.

Munculnya berbagai penyakit zoonosis, seperti flu burung, rabies, mers, zika, dan antraks memicu kekhawatiran masyarakat dunia. Pusat Kajian One Health Unud berperan strategis sejalan dengan semakin beragamnya jenis penyakit yang disebarkan melalui hewan ini. Ini perlu penanganan serius yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Baca Juga:

Rektor Universitas Udayana, Ketut Suastika menambahkan Pusat Kajian One Health juga mengaji penggunaan antibiotik tak terkontrol di masyarakat. Ini berpotensi menimbulkan resistensi antibiotik yang akan menjadi persoalan serius di kemudian hari. “Kami dalam program ini juga telah mencanangkan Desa Bijak Antibiotik,” kata Suastika. (FAM)

 

Sumber: Antaranews

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beasiswa S2 di University of Leeds, UK

Beragam pilihan beasiswa di University of Leeds, UK ditawarkan untuk tahun akademik. Beasiswa mulai yang sparohan atau menanggung keseluruhan

Close