Raih Penghargaan di Line Awards 2019, Agnez Mo Beri Pandangan Menyikapi Popularitas Dalam Karirnya

INFOKAMPUS.NEWS – Penyanyi Agnez Mo baru saja mendapatkan penghargaan “Most Favorite Female Musician” dalam acara Line Indonesia Awards 2019, Selasa (17/12/2019). Agnez Mo berhasil keluar sebagai pemenang setelah meraih voting terbanyak dari kandidat lainnya seperti Raisa, Isyana Sarasvati, Niki, Danilla Riyadi, Yura Yunita, Monita dan Ramengvrl.

Dalam sambutannya, Agnez Mo banyak menyampaikan hal menarik. “Selamat malam, thank you untuk Line Indonesia, sebenarnya saya masih sakit, baru tiga ahri saya cabut ifnus, dan kenapa saya bela-belain untuk hadir karena saya berjanji bahwa platform yang saya punya selalu saya gunakan untuk membagi kepada banyak orang,” ucap Agnez Mo membuka sambutan.

Agnez Mo teringat akan awal karier dan pesan dari Ibunda yang begitu bermakna baginya. ia menceritakan pertama kali mendapat penghargaan itu ketika tahun 1999, waktu itu ia masih berusia 13 tahun dan itu penghargaan untuk Tralala Trilili, habis itu pernikahan dini dan sebagainya.

Pesan itu begitu menyentuh dan memberikannya pandangan mengenai bagaimana menyikapi popularitas dalam karier.

Baca Juga :  Berikut Ragam Pilihan Program Studi di Universitas Indonesia, Ada yang Kamu Incar?

“Ibu  saya pernah mengatakan, popularitas itu enggak boleh jadi tujuan. itu hanya dampak dari kerja keras, prestasi itu yang harus jadi tujuan saya” ungkap Agnez Mo.

Agnez Mo kemudian menyadari bahwa popularitas dan uang bukanlah hal yang harus ia prioritaskan. ketiak ia tak memprioritaskan materi, Agnez Mo memiliki banyak wkatu untuk menggali lebih dalam dirinya sendiri.

“Tahun demi tahun sadar semakin saya tidak fokus terhadap fame, award atau money, semakin banyak yang saya terima. saya lebih punya banyak waktu untuk improve ke diri saya dan menginspirasi orang lain, belajar untuk lebih bagik. bagaimana caranya menjadi lebih baik tanpa menjatuhkan orang lain” ujar Agnez Mo.

Pelantun “Matahari” itu mengatakan bahwa kehadiran seseorang di dunia sebenarnya jauh lebih besar tanggung jawabnya dibanding apa yang dipikirkan. sudah seharusnya generasi milenial mengejar sesuatu yang nantinya  bisa mereka banggakan, bisa mereka warsikan, sebuah pencapaian. bukan sekedar popularitas dan sensasi.  (edt)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *