Raih Peringkat 2 PIMNAS 2020, UB Unggul Dari IPB Dan ITS

Infokampus.news, MALANG– Universitas Brawijaya (UB) meriah peringkat ke 2 dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS) ke 33 yang diselenggarakan di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada (25/11-28/11/2020).

Universitas Brawijaya unggul di posisi kedua mengalahkan IPB dan ITS  yang berada  pada peringkat 3 dan 4. Sedangkan untuk juara umum atau peringkat pertama diraih oleh tuan rumah UGM. Perolehan Universitas Brawijaya dalam PIMNAS ke 33 patut diapresiasi setelah pada tahun 2019 lalu, UB hanya mampu bertengger di peringkat 6.

Dalam kompetisi tersebut, Universitas Brawijaya meraih medali untuk kategori poster dua emas, satu perak dan satu perunggu. Sementara untuk presentasi perolehan medali yang diterima yaitu lima emas, dua perak dan empat perunggu.

Kemudian untuk juara favorit diraih oleh tiga tim yaitu pertama, PKMGFK dengan ketua  tim Chayono Abdi Wibowo dengan judul Wonderful Indonesia (System Multifungsi for Growth Economic Sustainable) sebagai Upaya peningkatan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pariwisata. Kedua yaitu PKMK dengan ketua tim Yoravika Dwiwibangga dengan judul PKM Koyo Multi Funsi sebagai Aromaterapi, Penghangat, dan Pelembab Kulit.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Abdul Hakim, M.Si. menyampaikan bahwa dari segi jumlah dan peringkat di tahun ini UB mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.

PIMNAS 2020

“Tahun ini UB untuk pertama kalinya secara daring mampu meloloskan 42 proposal dibandingkan tahun kemarin yang hanya 16 proposal.  Dari segi fakultas yang terlibat tahun ini ada 10 fakultas sedangkan tahun kemarin hanya ada empat fakultas. Ini merupakan perjuangan luar biasa dari adik-adik mahasiswa dan pembimbing yang difasilitasi rektorat dan fakultas, “jelas Hakim.

Menurut Prof. Dr. Abdul Hakim, M.Si yang juga Guru Besar Fakultas Ilmu Admnistrasi (FIA) itu menyebutkan jika hasil tersebut tidak membuat UB terlena. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi untuk menyiapkan proposal PIMNAS 2021.

“Harus segera dimulai rapat, karena yang terpenting adalah banyaknya jumlah proposal yang bisa kita kirim terlebih dulu. Karena ini menjadi penentuan jumlah yang didanai berapa dan kita juga belum tahu apakah pelaksanannya masih daring atau sudah bisa luring,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UB Prof. Dr. Nuhfil Hanani AR, MS, juga mengungkapkan bahwa pencapaian yang diraih kali ini membuktikan jika UB masih tetap produktif meskipun sedang berada di masa pandemi covid-19. Atas pencapaian tersebut, Prof. Dr. Nuhfil Hanani AR, MS juga mengungkapkan rasa syukurnya.

“Pandemi COVID-19 ternyata tidak menyurutkan dan mematikan produktivitas mahasiswa UB dalam berinovasi. Beberapa waktu yang lalu UB juga menerima penghargaan dari Kemdikbud sebagai perguruan tinggi dengan Paten terbanyak. Hal ini membuktikan bahwa di masa pandemi kita masih bisa produktif. Selain itu, UB juga meraih predikat sebagai perguruan tinggi dengan kategori Informatif tahun ini,” kata Nuhfil.

 

 

Pewarta: Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Fokus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *