Rektor Baru Universitas Brawijaya Malang Dipilih Tanpa Sistem Grass Root!

Infokampus.news, Malang – Pemilihan rektor baru Universitas Brawijaya Malang tahun ini tidak lagi menggunakan sistem grass root. Ini merupakan permintaan langsung yang diberikan oleh Kemenristekdikti.

“Mintanya menteri begitu, artinya bahwa kita akademik jadi  tidak perlu lah ramai seperti pilkada, jadi kewenangan menteri minta senat bantu cari bakal calon itu tadi,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Prof. Iwan Triyuwono, SE.Ak., M.Ec., Ph.D. pada wartawan.

Peraturan ini juga sudah sampaikan langsung pada seluruh dekan di masing-masing fakultas. Dengan harapan mereka memberikan penjelasan pada para mahasiswa di level fakultas di Universitas Brawijaya.

“Tapi kalau ada yang mau tanya monggo silakan. Ada 2 peraturan yang mendasari yaitu Permen no. 19 tahun 2017 dan satunya lagi Senat tahun 2017 tentang Pilrek,” tambahnya lagi.

Rektor Baru Universitas Brawijaya Malang Tidak Lagi Pakai Sistem Grass Root

Dengan hilangnya sistem grass root atau pemilihan perwakilan kandidat Rektor oleh warga kampus sendiri seperti dosen dan mahasiswa, dinilai akan memberikan banyak manfaat. “Kita akan lebih hemat waktu, hemat tenaga dan tentunya pasti hemat dana,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kandidat yang mendaftar, pihaknya menargetkan sedikitnya ada 4 kandidat yang akan mencalonkan diri sebagai rektor baru Universitas Brawijaya Malang. Bakal calon pun diperbolehkan berasal dari luar lingkungan civitas akademik UB.

“Ya nanti minimal 4 itu ya lalu kami akan lakukan serangkaian tes lagi tentunya. Tapi harapan kami ya makin banyak makin baik, tambah ramai ya kan,” tutupnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
berangkatkan umrah
Berangkatkan Umrah, UNISMA Berharap Tahun 2018 Jadi Lebih Berkah

Infokampus.news, Malang - Awal tahun 2018 ini UNISMA berangkatkan umrah mantan rektor, ketua yayasan dan 13 orang lainnya. Angka ini

Close