Rektor Buka Suara Terkait Perubahan Sistem Uang Kuliah di Unair

Infokampus.news –  Puluhan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Universitas Airlangga datang ke Kantor Manajemen Kampus C UNAIR, Rabu (24/4) guna melakukan audiensi atas adanya informasi mengenai kenaikan biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan pembebanan UKA (Uang Kuliah Awal).

Pasalnya pembebanan UKA dinilai oleh mahasiswa bertentangan dengan Permenristekdikti nomor 39 tahun 2017 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal Pada Perguruan Tinggi  Negeri Di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, pasal 6 dan 8 yang berbunyi PTN dilarang memungut uang pangkal dan atau pemungutan lain selain UKT dari mahasiswa baru program Diploma dan program Sarjana untuk kepentingan pelayanan pembelajaran secara langsung.

Agung Tri Putra selaku Ketua BEM UNAIR pun mengatakan bahwa audiensi ini dilakukan karena pemberlakuan UKA tersebut ditujukan kepada mahasiswa baru jalur SNMPTN dan SBMPTN golongan 4B yang sebelumnya hanya diberlakukan kepada mahasiswa jalur Mandiri.

“Pada tanggal 18 kemarin kami menerima keluhan dari mahasiswa baru dan orang tua mahasiswa mengenai UKA dan UKS yang diberlakukan untuk mahasiswa baru jalur SNMPTN dan SBMPTN. Pada tahun sebelumnya mahasiswa jalur SNMPTN dan SBMPTN hanya dibebankan UKT dengan 5 golongan tanpa UKA. Sehingga kami melakukan audiensi pada hari ini,” ujar Agung kepada beritajatim.com.

Baca Juga :  Lulusan SMA, Susah Cari Kerja? Coba Klik Informasi ini, Gajinya Bikin Kamu Gigit Jari

Mahasiswa pun merasa biaya kuliah menjadi naik sehingga pihak mahasiswa baru dan orang tua wali pun merasa resah dan terbebani dengan kenaikan UKS dan pemberlakuan UKA yang harus dibayar diawal. Menanggapi hal tersebut Rektor UNAIR Prof. Nasih didampingi Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, Direktur Keuangan Dr. Ardianto, dan Direktur Kemahasiswaan Dr. Hadi Subhan mengatakan bahwa memang ada penyesuaian biaya pendidikan. Namun kenaikannya tidak banyak dan khususnya penyesuaian ini untuk golongan UKT tertinggi.

“Ada beberapa yang naik, tapi tidak semua prodi naik,” kata Prof. Nasih.

Ia pun menambahkan bahwa pada tahun ini memang ada perubahan mekanisme dan sistem pembayaran biaya pendidikan, perubahan ini khususnya untuk mahasiswa dengan golongan UKT tertinggi. Sistemnya dengan subsidi silang, jadi bagi mahasiswa yang menjadi golongan tertinggi atau golongan 4 baik dari SNMPTN, SBMPTN maupun Mandiri tetap akan mendapatkan mekanisme pembayaran yang sama.

Yakni dengan 2 sistem, Golongan 4A dan Golongan 4B. Golongan 4A masih sama dengan sistem pembayaran tahun sebelumnya tapi yang golongan 4B mengunakan mekanisme UKA dan UKS. Sistem UKA dan UKS ini sendiri bagi Golongan 4 yang tidak ingin membayar terlalu banyak tiap semesternya. Misalnya UKT Golongan 4 sebesar Rp 10.000.000 persemester tetapi karena dirasa terlalu berat tiap semesternya, maka mahasiswa golongan 4 tersebut boleh membayar UKT yang sama seperti golongan 3 atau sebesar Rp 5.000.000 persemesternya tapi harus membayar sisa biaya pendidikannya diawal, itulah yang disebut golongan 4B.

Baca Juga :  UB Raih Posisi Pertama, Berikut Daftar 10 PTN Favorit di Indonesia

“Mekanisme seperti itu mungkin karena belum paham Sehingga memunculkan pola pembayaran seperti ada pembayaran uang pangkal yang sesungguhnya bukan merupakan uang pangkal,” ujar Rektor.

Terkait prodi yang naik, Prof. Nasih mengatakan memang karena penyesuaian dan tuntutan mutu yang semakin membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Khususnya untuk FK UNAIR. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *