Rektor UNIKAMA, Pieter Sahertian Tegaskan Tidak Ada Rektor Baru

Infokampus.news, Malang – Pasca pengangkatan rektor baru yang dilakukan oleh PLT PPLP-PT PGRI kemarin (5/9), Rektor resmi Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Dr. Pieter Sahertian, M.Si. angkat bicara. Menurutnya, kesepakatan kemarin merupakan hasil keputusan ketua PLT, Dr. Selamet Riyadi, MM. secara sepihak karena adanya kesalahpahaman.

“Awal mulanya saya diajak untuk koordinasi tanggal 18 September kemarin, tapi karena saya sakit tidak bisa hadir. Lalu dia (Christea), ketua PPLP-PT PGRI menduga saya tidak kooperatif,” ungkap Pieter pada wartawan.

Memang menurutnya, PLT memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan rektor. Namun tentu harus sesuai dengan statuta yang selama ini dipegang oleh para civitas Unikama. Ia menyebutkan ada 8 poin yang menyebabkan rektor diberhentikan secara sepihak oleh PLT.

“Pada statuta Unikama pasal 24 dikatakan rektor dapat diberhentikan dari jabatan jika; berakhir masa jabatannya, meninggal, berhalangan mutlak, mengundurkan diri, memangku jabatan rangkap, tidak cakap, melanggar kode etik, atau dipenjara. Saya tidak satupun melanggar atau melakukan 8 poin tersebut,” terangnya.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

Secara tidak langsung, ketua PLT ingin menegakkan statuta namun dirinya sendiri melanggar statuta. “Saat ini pun Christea sedang dipenjara. Tidak apa-apa terserah saja dia mau lakukan apa, yang jelas kami, mahasiswa, dosen dan jajaran pimpinan solid dan kami ada di jalur yang benar,” ujarnya.

Upaya mediasi pun menurutnya juga tidak akan membuahkan hasil. Pasalnya, Pieter dan Christea pernah juga menandatangani kesepakatan yang disaksikan langsung oleh ketua dan sekretaris LLDikti sekitar satu bulan lalu.

“Kami berharap ini segera selesai, karena kami tidak mau kejadian di bulan Mei kemarin terulang kembali. Besok juga kami akan tetap melaksanakan wisuda, karena sebelumnya kami hanya melaksanakan penyerahan ijasah saja. Padahal ini kan momen penting bagi mereka. Kami juga berharap mahasiswa tetap fokus saja belajar, kami akan segera melakukan mediasi lagi,” tutupnya. (Pus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *