Rektor UWG Malang Resmikan Perpustakaan Rakyat

Infokampus.news, Malang – Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UWG Malang membuat Gerakan 1000 Buku dengan mengumpulkan buku-buku layak baca untuk melengkapi fasilitas di Kampung Budaya Polowijen. Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UWG Malang melakukan kegiatan Kuliah Lapang dengan berinteraksi bersama masyarakat setempat. Dari kuliah lapang itu menyimpulkan bahwa minat baca masyarakat cukup tinggi namun sarana dan prasarana untuk itu sangat terbatas, dari situ Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UWG Malang membuat Gerakan 1000 Buku.

“Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah kunci pembukanya. Ini yang ingin kami sosialisasikan melalui Gerakan 1000 Buku ini,” ujar sang ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan.

Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS menyerahkan Gazebo Perpustakaan berisi 1.135 buku, yang disimbolkan dengan penyerahan papan nama perpustakaan, kepada penggagas Kampung Budaya Polowijen. Gerakan 1000 Buku didukung langsung oleh Rektor UWG Malang.

“Apa yang sudah dimulai oleh masyarakat ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Malang, agar generasi muda Kota Malang kenal budaya aslinya, tertarik dan kemudian tergerak untuk ikut melestarikannya,” ujar Isa Wahyudi, penggagas Kampung Budaya Polowijen.

Gerakan 1000 Buku Untuk Perpustakaan Rakyat Kampung Budaya Polowijen

“Ke depan, kami berharap Kampung Budaya Polowijen ini menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kota Malang. Untuk mendukung harapan itu penduduk setempat dapat mulai berpikir untuk menyediakan home stay. Juga melatih para pemudanya untuk menjadi pemandu wisata. Banyak yang bisa dikenalkan kepada masyarakat dari Kampung Budaya Polowijen ini, ada Situs Kendedes, ada Makam Pematung Asli Kota Malang, belajar tari, membatik dan juga membuat topeng Malangan. Tentunya perpustakaan ini harus dilengkapi dengan buku-buku yang terkait dengan itu. Bila KBP ini dikelola dengan profesional, sangat mungkin pendapatan masyarakat akan ikut meningkat,” ungkapnya.

“Arema tidak hanya identik dengan sepak bola. Arema adalah karakter Malang Raya. Ini menjadi bagian dari komoditas yang kedepannya akan punya nilai jual tinggi. Di Kampung Arema ini, ditampilkan pula miniatur-miniatur kampung-kampung yang sudah ada, misalnya Kampung Tridi, Kampung Warna-warni dan lain-lain, sehingga wisatawan dapat merancang program kunjungannya di Kota Malang,” ungkap Drs. H. Sutiaji, Wakil Walikota Malang. (has)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Besok Pengumuman SBMPTN 2017, Kamu dapat Melihatnya di Laman ini!

Selain melalui laman resmi SBMPTN di pengumuman.sbmptn.ac.id, pengumuman SBMPTN 2017 juga dapat diakses di 12 situs lainnya.

Close