Resah Akan Fenomena Labeling, 8 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UB Inisiasi Kampanye Sosial “Disable The Label”

Infokampus.news, Malang – Lingkungan kampus tak lepas dari lingkungan multikultur yang di dalamnya terdapat banyak individu dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda. Perbedaan itu kerap menyulut labeling satu sama lain berdasarkan budayanya. Labeling sendiri merupakan fenomena dimana seseorang akan melabeli orang lainnya berdasarkan sifat yang sudah jamak diketahui tentang latar belakang budayanya. Biasanya labeling menyangkut sifat-sifat negatif seperti orang dari daerah A identik dengan pemalas, daerah B dengan sombong, dan lain-lain. Fenomena ini yang kemudian melatarbelakangi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya yang terdiri dari Indah Putri Utami, Annisa Laras Citra, Raehan Azalia, Anugrah Tri Juharsi, Dessy Anugrah Nathalia, Novita Dwi Wulandari, Zefanya Augusta, dan Leni Issiana untuk menginisiasi kampanye sosial yang bertajuk “Disable the Label“.

Menurut Indah Putri Utami selaku inisiator dari kampanye “Disable the Label”, kampanye ini dibuat karena melihat masih adanya batasan-batasan berdasarkan budaya yang ada di lingkungan kampus.

“Jadi disable the label itu terinspirasi dari banyaknya mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah. Namun perbedaan tersebut masih tidak bisa menyatukan mereka. Jadi masih ada batasan-batasan gitu.”, ungkap dara yang akrab disapa Putri.

Kampanye ini bertujuan untuk mengurangi tindakan labeling yang berada di lingkungan kampus. Hal ini senada dengan pengakuan Raehan Azalia yang masih melihat banyaknya kubu-kubu mahasiswa berdasarkan latar belakang kesamaan budaya. “Tujuannya sih mempersatukan yang setidaknya di kampus dulu, tapi syukur-syukur kalau ini bisa sampai keluar.”, ujar Raehan.

Berdampak Pada Psikis, Kampanye Sosial Ini Himbau Bahaya Labeling Lewat Social Media

Mengingat sasarannya adalah mahasiswa yang merupakan pengguna aktif social media, kampanye ini memilih menggunakan Instagram sebagai media untuk menyampaikan kampanyenya. Kampanye ini mengajak mahasiswa untuk memposting foto di Instagram disertai twibbon dan tips-tips anti labeling. Selain itu, tim ini berencana mengajak orang-orang yang pernah mengalami labeling untuk berbagi pengalamannya. Tujuannya adalah untuk memperlihatkan betapa signifikannya dampak dari labeling yang seringkali dianggap sepele.

“Kita harus berhenti melakukan labeling karena walaupun kelihatannya simple tapi memiliki efek yang siginifikan terhadap psikologis. Ada dari salah satu partisipan kampanye yang pernah mengalami labeling dari yang dulunya dia orang yang PD dan belakangan jadi orang yang nggak PD.”, tutup Putri. (Rak)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Ternyata Ini Loh Pentingnya Bersekolah di Luar Negeri!

Kali Ini, Tim dari Infokampus.news akan membagikan beberapa informasi terkait pentingnya bersekolah di luar negeri

Close