Resah Korupsi Marak, Jadilah Bagian dari Perubahan, Mahasiswa!

Infokampus.news, Malang – Indonesia Corruption Watch (ICW) per 24 Februari 2016 lalu menyebut total kerugian negara akibat tindak pidana korupsi sepanjang tahun 2015 adalah Rp 31,077 Triliun. Prosentase terbesar tindak pidana korupsi tersebut dilakukan dengan modus penyalahgunaan anggaran sebanyak 24 persen atau 134 kasus dengan total kerugian senilai Rp 803,3 Miliar, disusul dengan modus penggelapan yakni 107 kasus, dan Mark up 104 kasus.

Data dari ICW tersebut disampaikan dalam seminar nasional Prasasti di Widyaloka Universitas Brawijaya (UB), Selasa, (4/10/2016). Data juga menyebut bahwa sebagian besar mereka yang terlibat korupsi adalah pejabat pemerintah daerah /kementerian, Direktur/komisaris, Kepala Dinas, Anggota DPR, Kepala Desa, dan Camat.

Sebagian besar yang terlibat korupsi adalah pemimpin publik, lalu apakah yang salah di negeri ini?
Reza Ahmad Cheema, Co Founder Institute of Integrity menyebut bahwa ada 2 penyebab maraknya korupsi yang terjadi, yakni lemahnya penegakan hukum dan kultur kelembagaan yang kotor.

Baca Juga :

Di hadapan ratusan mahasiswa, pencetus LSM yang bergerak di bidang antikorupsi ini menyebut bahwa mahasiswa adalah generasi penerus birokrasi di Indonesia. Mahasiswa memiliki kekuatan massa dan fungsi pengawasan di dalam pelaksanaan birokrasi di Indonesia. Secara lebih detail Ia menjelaskan dalam 3 lingkaran warna yang menggambarkan bagaimana memperbaiki kultur kelembagaan yang kotor.

Lingkaran 3 warna tersusun atas lingkaran hijau, kuning, dan putih. Lingkaran hijau, lingkaran terbesar yang letaknya di dalam adalah lingkaran pengaruh, yakni kemampuan membuat perubahan di zona itu. Lingkaran kuning adalah lingkaran perhatian, tidak bisa membuat perubahan tapi bisa memberi dukungan misalnya melalui demonstrasi. Sedangkan lingkaran putih adalah lingkaran pengamatan, hanya menonton tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Dari gambaran 3 lapisan warna tersebut, Reza mendorong mahasiswa untuk menjadi bagian dari perubahan. Sebagaimana disampaikan oleh tokoh besar Mahatma Gandhi, “Jadilah perubahan yang ingin kalian lihat.”

“Jangan menuntut tapi jadilah bagian dari perubahan itu sendiri,” tandasnya. (luh)

Foto : Galuh – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mewujudkan Good Government, Coba Contoh Transparansi Gaji Ala Ahok

Good governance (tata pemerintahan yang baik) hanpir hanya menjadi mimpi bagi masyarakat Indonesia. Persoalan korupsi adalah salah satu kendala utama...

Close