Resahkan Sumber Untuk Jamu Ciplukan, Tim Farmalogis Lirik UB Forest

Infokampus.news, Malang – Sejak tahun 2006 tim farmalogis Universitas Brawijaya mengadakan penelitian untuk tanaman ciplukan yang ternyata memiliki banyak khasiat. Namun begitu, tanaman ini jumlahnya sudah mulai berkurang dan karang ditemui di pekarangan rumah warga.

“Tanaman alami seperti ciplukan ini kan sudah pakai dari nenek moyang, tapi kalau mau bikin jamu kan resikonya sekarang ini bahan baku tidak gampang carinya,” papar Dr. drg Nur Permatasari, MS, ketua dari tim Physatens Herbs UB.

Karena minimnya angka tanaman yang diperlukan dalam jumlah besar ini, tim ini berencana untuk memanfaatkan lahan di UB forest sebagai ‘ladang’ untuk tanaman ciplukan ini.

“Kami ingin bikin ‘ladang’ ciplukan yang terstandar gitu, jadi semua jenis dan metode penanaman sama, agar hasil dari obat ini juga jelas standarnya. Kami melirik ini sih kan UB sudah punya forest sekarang,” paparnya.

Kerjasama Dengan Tim Pertanian

Untuk itu ia mulai merencanakan kerjasama bersama dengan tim dari pertanian untuk budidaya tanaman ciplukan ini di lahan UB Forest, karena suplai yang dibutuhkan untuk produksi kapsul ciplukan ini jumlahnya sangatlah besar.

“Kalau nanam sendiri bisa jadi banyak kan, karena kita itu butuy suplai sekitar 900 kilo daun kering ya. Daun kering itu berapa tanaman, maka dari itu kita butuh bantuan dari pihak kementrian pertanian, bagaimana mengatur ini,” pungkasnya.

Ia berharap kerjasama ini bisa berlangsung secepatnya agar jumlah produksi massal dapat berhasil. Kelompok ini juga sebelumnya berhasil mendapat dana hibah dari Kemenristekdikti.

“Saya harap secepatnya lah ya, karena khasiatnya bagus banyak orang butuh. Sebelumnya juga kami dapat dana hibah dari Kemenristekdikti, semoga bisa bermanfaat untuk banyak orang.” tutupnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jarang Temui Tanaman Ciplukan? Ternyata Buah ini Obat Mujarab!

Ekstrak kapsul buah tanaman ciplukan sebagai obat hipertensi, salah satu penyakit yang berujung pada penyakit stroke yang cukup mematikan

Close