Resmi Dilantik Jadi Rektor Uniga Malang, Prof, Dyah Sawitri, SE, MM Anggap Tantangan Kampus Merdeka Sebagai Peluang

INFOKAMPUS.NEWS – Prof. Dyah Sawitri, SE., MM., telah resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Gajayana (Uniga) Malang untuk periode 2020 – 2024. Ini adalah periode ke II kepemimpinannya di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Gajayana ini.  Kampus yang berdiri sejak tahun 1980 ini berlokasi di Jl. Mertojoyo L Merjosari Malang.

Civitas Uniga Malang

Pelantikan Rektor Uniga yang diadakan di Aula Uniga pada hari Kamis 20 Februari 2020 ini berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Gajayana dengan nomor 054/SK/YAS/11/2019.

Dalam sambutannya, Rektor Perempuan Universitas Gajayana Malang  ini mengungkapkan optimisme dalam menjawab tantangan Kampus Merdeka dan menjadikan program yang dicanagkan Mendikbud Nadiem Makariem menjadi sebuah peluang.

“kami sudah menyiapkan dengan konsep bahwa dua semester kita sudah  harus melakukan praktek lapangan yang akan membentuk karakter yang akan diberikan kepada  mahasiswa. Yang bisa menciptakan kompetensi pada individu mahasiswa tersebut.,” paparnya.

“Mulai tahun ini sudah dimulai, wajib bagi mahasiswa kami tahun 2020. Kita akan adakan rekonstruksi kurikulum. Kita anggap KKN  bisa didalam negeri atau diluar negeri. Pelaksanaannya bertahap, kita susun dulu kompetensi mahasiswa. kami sangat bersyukur jika ini bisa diimplemetasikan karena dari situ mahasiswa bisa berinteraksi,” jelasnya.

“Sebetulnya yang disampaikan adalah konsep Student Learning, sebenarnya pusat belajar adalah pada mahasiswa bukan dosen lagi,” tambahnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII  Jawa Timur,Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA juga mengungkapkan tentang program Kemendikbud yang baru yaitu Nadiem Makariem menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri

“Saya lega , saya akan bangga kalau di masa yang akan datang Uniga menjadi lebih sip lagi karena ibu (Dyah Sawitri) sudah memiliki track record yang bagus, sehingga tinggal melanjutkan, tinggal tancap lagi ke atas. Selamat kepada Prof Dyah, Prof Dyah adalah rektor kebanggaan saya. “ungkapnya.

“Tentu jangan lupa, Ibukota Provinsi (Jawa Timur) akan pindah ke Malang.  Malang harus siap, perguruan tinggi harus siap mendukungnya. Siapapun seperti itu, jadi Prof. Dyah harus siap karena sebentar lagi Provinsi Jawa Timur ibukotanya akan pindah ke Malang, Dan siapkan semuanya sarana prasarananya. Saya punya kajian akademis di Kampus bahwa Malang  layak menjadi ibukota Provinsi Jawa Timur. Mari kita sambut kampus merdeka.”

Konsep Kampus Merdeka ini berdasarkani dengan apa yang disampaikan oleh Kemendikbud Nadiem Makariem  pada tanggal 24 Januari 2020 bahwa Perguruan Tinggi ditantang untuk membuka program studi Baru.

“sekarang perguruan tinggi ditantang menjawab kebutuhan industri. namun jumlah proses untuk mendapatkan ijin tersebut dari kementrian itu sangat berat. Sekarang banyak sekali program studi di universitas tidak banyak yang link and match dengan kebutuhan di dunia nyata. Kita ingin melakukan kolaborasi atau bisa  disebut juga pernikahan massal antara universitas dengan pihak-pihak luar universitas. Semua rektor dan dekan berlomba meeting dengan berbagai macam universitas luar negeri,” paparnya.

Paduan Suara Mahasiswa Uniga Malang

Pelantikan Rektor Uniga ini dimeriahkan oleh Paduan Suara Mahasiswa Uniga yang menyanyikan lagu “Hanya Rindu” yang dipopulerkan oleh Andmesh terdengar menyentuh dan syahdu. Mahasiswa Uniga kemudian melanjutkan dengan menyanyikan lagu “Pamer Bojo” yang dipopulerkan oleh Didi Kempot.

Dr. Djuni Farhan, Wakil Rektor II Uniga Malang

Lagu yang kocak ini memancing Wakil Rektor II, Dr. Djuni Farhan untuk ikut bergoyang bersama para mahasiswa dan membuat suasana acara menjadi lebih ceria. (Rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *