Resmikan PUSAT STUDI ASEAN, UMM gelar Seminar ASEAN

Infokampus.news, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Seminar yang bertajuk “Perkembangan Kerjasama Masyarakat ASEAN: Peluang dan Tantangan Bagi Daerah”. Seminar yang bertempat di Theater Dome UMM ini merupakan bentuk dari rangkaian launching Pusat Studi ASEAN (PSA). Hadir aebagai pembacara ahli dalam seminar ini yaitu sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN, Ashariyadi dan Dosen Prodi Hubungan Internasional UMM, Dyah Estu Kurniawati.

Baca Juga:

Jejaring merupakan faktor utama di ASEAN, Ini kata Dosen HI UMM

Dalam pemaparan materinya, Dyah Estu mengatakan bahwa jejaring murapakan faktor penting dalam peningtakan kerja sama antar negara ASEAN. Menurutnya pula, hal tersebut didasari oleh presentase penduduk Indonesia yang mencapai 40 persen dari jumlah penduduk di ASEAN. Namun, yang sangat disayangkan adalah dengan jumlah penduduk yang besar, tapi daya saing Indonesia masihlah sangat rendah.

“Learning dan networking adalah hal yang penting guna menghadapi keterbukaan ekonomi, politik, keamanan, dan sosial budaya dalam kerangka Masyarakat ASEAN yang tengah berjalan. Oleh karenanya, pembentukan PSA di UMM ini menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan diri,” Paparnya saat ditemui Infokampus beberapa waktu yang lalu.

Jalin Kerjasama Bangun PSA di UMM, Ditjen Kerjasama ASEAN : UMM Strategis dan Sudah Mengglobal

Menimpali pernyataan Dyah, Ditjen Kerja Sama ASEAN, Ashariyadi mengatakan selain jejaring ada tigaa faktor utama lainnya yang menjadi suatu pilar perkembangan di ASEAN. Tiga pilar tersebut adalah pilar politik, ekonomi, dan sosial-budaya. Mempersiapkan hal itu, peluncuran PSA UMM ini dinilai Ashariyadi strategis.

“Kampus sekaliber UMM adalah kampus yang strategis yang langkahnya sudah mengglobal. Tidak ada keraguan untuk membuka PSA di kampus putih ini,” ungkapnya dihadapan 300 peserta seminar.

Seminar tersebut juga termasuk dalam program PSA yang baru dibuka oleh UMM. Dengan berdirinya PSA UMM, saat ini telah terbentuk 34 PSA yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa bentuk kerja sama akan dilakukan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengkajian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Ruang lingkup kerja sama tersebut di antaranya pendidikan, pelatihan, lokakarya, seminar, penelitian, publikasi dan penerbitan karya akademik untuk mempromosikan kerja sama ASEAN kepada para pemangku kepentingan secara luas.

Penulis : Ucha Julistian

Foto : Ucha – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendidikan Vokasi Harus Bersaing hingga Level Internasional

Pemerintah terus mendorong pendidikan vokasi di era persaingan, pendidikan vokasi juga harus mampu eksis hingga level internasional.

Close