Respon Persoalan Air, KKN 44 UMM Sulap Sumber Tirta Hening

Infokampus.news, Malang – Rabu, 17 Juli 2019 kelompok 44 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang diberangkatkan  ke tempat kegiatan yang berlokasi di Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Kelompok tersebut beranggotakan 31 orang yang terdiri dari berbagai macam fakultas (FISIP, FKIP, TEKNIK, FEB, HUKUM, FPP, FK, FIKES, FAI).

Pada tanggal 18 Juli 2019, secara resmi dilakukan pembukaan KKN sekaligus penyerahan kepada pihak desa oleh Tim Pembimbing Lapangan UMM. Perangat desa yang diwakilkan oleh Pak Edi Suwono, S.E selaku PJ Kepala Desa menyambut dengan hangat kedatangangan kelompok tersebut.

Sebagaimana mestinya bahwa peran mahasiswa sering didengungkan sebagai social control, agen of changes, juga iron stock. Maka kelompok KKN 44 juga memiliki tugas besar dalam membuktikan peran dan fungsinya kepada masyaraat Desa Pringgodani. Sebelum dimulainya KKN, beberapa kali kelompok tersebut telah melakukan observasi desa. Terdapat Dusun Krajan, Sengon, Sumber Waluh, dan Sumber Bendo yang akhirnya menjadi tempat tinggal anggota kelompok KKN 44. Kemudian, teman-teman melakukan silaturahmi kepada warga dan perangkat desa guna menggali lebih dalam apa yang menjadi kebutuhan Desa Pringgodani.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

Berdasarkan hasil diskusi dengan Pak RT, tokoh masyarakat dan juga tokoh agama, maka kelompok 44 mendapat dukungan untuk membersihkan sumber dan membuat mural guna mempercantik Sumber Tirta Hening di RT/RW 21/03. Program tersebut merupakan salah satu program unggulan kelompok KKN 44 UMM. Berdasarkan hasil observasi dan pemetaan, kami mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa di Desa Pringgodani masih cukup sulit untuk mengakses sumber daya air. Namun, di lokasi tempat tinggal kelompok KKN 44 terdapat sumber mata air (Tirta Hening) yang sering digunakan warga untuk mandi, mencuci, sanyo, mengairi desa lain (Desa Bantur), dll.

Bahkan di area sumber juga selalu digunakan sebagai tempat acara syukuran yang didukung dengan penampilan seperti kuda lumping setiap bulan suro. Akan tetapi, saat tiba disini kami melihat sumber tempat warga bergantung tersebut masih kurang terawat dengan maksimal. Dinding yang sudah berlumut, sampah dedaunan di aliran air, serta di area halaman, “ungkap Koordinator Desa kelompok KKN 44.”

Tidak perlu menunggu watu lama, sejak hari keempat kelompok KKN 44 segera mengeksekusi tempat tersebut. Warga pun merespon baik dengan program unggulan itu. Karena sumber yang setiap harinya digunakan oleh warga tersebut, hari ini (25/7) sumber  air Tirta Hening sudah mulai terlihat terang dan lebih cantik. Sebelumnya jalan di sekitar sumber gelap tidak ada penerangan, sekarang sudah tersedia lampu, tersedia kotak sampah, ditambah dinding yang bersih dan berwarna-warni hasil mural teman-teman kelompok KKN 44.

Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

kkn 44 umm

Harapannya, kedepan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga dan merawat lingkungan, kebersihan, menjaga tradisi gotong royong, dan tempat tersebut sebagai salah satu tempat yang dapat digunakan baik untuk berkumpulnya kaula muda, penyelenggaran even, dan lain dimanfaatkan dalam hal lainnya. Sehingga keberadaan kelompok KKN 44 di desa pringgodani memberikan dampak positif kepada masyarakat. (Jul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *