Rumah Sakit Pendidikan USU Diharapkan Dapat Layani Kesehatan Masyarakat

Infokampus.news – Rumah Sakit Pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU) resmi dioperasikan hari ini. Pengoperasian rumah sakit pendidikan pertama di Provinsi Sumatera Utara itu diresmikan langsung Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir di Medan, Senin (9/1/2017).

Nasir menyebutkan, peran Rumah Sakit Pendidikan USU sebagai Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) diharapkan dapat membantu pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan yang baik bagi masyarakat.

Pentingnya keberadaan RSPTN baik sebagai salah satu fasilitas pendukung proses pendidikan tinggi maupun sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kemristekdikti sejak beberapa tahun yang lalu mengapresiasi dan mendorong usaha-usaha yang telah dirintis kementerian dan beberapa PTN di Indonesia untuk memiliki dan mengelola sendiri rumah sakitnya.

“RSPTN sebagaimana RS USU ini merupakan salah satu mata rantai upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya pendidikan kedokteran dan kesehatan. Oleh karena itu keberadaan dan perkembangannya memiliki arti yang sangat penting bagi perkembangan pendidikan tingi di Indonesia,” sebut Nasir.

Di lingkungan Kemristekdikti terdapat sekira 24 RSPTN yang tersebar di beberapa PTN seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Brawijaya dan termasuk juga di Universitas Sumatera Utara.

“Dari data yang kami miliki di Kemristekdikti, sampai sejauh ini perkembangan RSPTN yang ada tersebut cukup bervariasi, baik dalam capaian kinerjanya maupun permasalahan yang dihadapinya, namun demi peningkatan kualitas kesehatan, kami dorong terus sampai kualitas RSPTN ini mumpuni,” ungkapnya.

Saat ini, kata Nasir, RS USU telah menerima sertifikat paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Dengan sertifikat itu maka status RS USU semakin kuat sebagai RS Pendidikan dengan status akreditasi paripurna, yang artinya memenuhi seluruh persyaratan sebagai rumah sakit.

“Ini harus kita syukuri, karena beberapa bulan yang lalu, RS UGM dan RS Unair berhasil memperoleh status barunya sebagai rumah sakit kelas B dan sekaligus juga memperoleh status akreditasi paripurna sebagai rumah sakit pendidikan dan hari ini kita saksikan bersama giliran penyerahan akreditasi paripurna bintang 5 oleh KARS pada RSPTN USU,” jelas Nasir.

Untuk tenaga SDM dokter, Nasir yakinkan bahwa bila dokter yang ada di RS Umum ingin berkolaborasi dan ingin mengajar, mereka bisa menjadi dosen dengan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK).

Dalam kesempatan itu Nasir informasikan bahwa RS USU pun dapat menerima pasien BPJS. “Meski RS USU ini masih kelas C, tetapi sudah memiliki 115 bed, dan kualitas layanannya jelas bagus karena buktinya terakreditasi paripurna. Dengan tipe RS USU Kelas C, artinya pasien BPJS dari layanan primer bisa langsung ke rumah sakit ini,” terangnya.

Menurut Rektor USU Runtung Sitepu, ini merupakan prestasi bagi USU, karena hanya dalam waktu sekian bulan, RS USU mendapatkan sertifikat paripurna tersebut. Dan RS USU menjadi RSPTN ketiga yang memiliki sertifikat tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas berdirinya rumah sakit ini,” tukasnya. (FAM)

 

Sumber: Ristekdikti

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Darmin Nasution, ‘2017 Target 1000 Digital Startup Harus Tercapai’

Darmin Nasution menargetkan di tahun baru in munculnya 1000 bisnis digital startup di Indonesia sepanjang tahun 2017 ini.

Close