Rupiah Melemah, Dosen FEB UB Bongkar Keadaan Ekonomi Sebenarnya

Infokampus.news, Malang – Rupiah melemah membuat masyarakat, tak terkecuali mahasiswa menjadi resah. Banyak mahasiswa yang sudah melakukan tindakan demonstrasi di berbagai daerah, namun sebenarnya bagaimana kondisi ekonomi Indonesia yang sebenarnya saat ini?
Anggota DPRD Komisi XI Dalam Seminar Kampus “Peran dan Tata Kelola Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi Daerah”, Andreas, mengungkapkan perekonomian masyarakat Indonesia terutama di sektor ekonomi mikro cenderung stagnan. “Usaha mikro kita jutaan dan mendominasi, tapi tetap saja jadi usaha mikro tidak berkembang padahal sudah segala upaya dilakukan.” Ungkapnya.
Selain itu anggaran dari pemerintah untuk berbagai program pengentasan kemiskinan juga naik drastis, namun tingkat kemiskinan di Indonesia hanya naik sedikit saja. “Ketimpangan antar sektor dan ketimpangan antar daerah stagnan (masih tinggi). Kemiskinan terbesar ada dari desa, khususnya sektor pertanian. Karena yang kaya tengkulak bukan petaninya,” tambahnya lagi.
Sementara itu, dosen FEB Universitas Brawijaya Malang (UB) Ahmad Erani Yustika, ada 5 isu penting yang menurutnya tidak mudah untuk digarap sempurna sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Namun demikian tren pertumbuhan ekonomi Indonesia secara global (menurut data yang menurutnya cukup akurat) sejak tahun 2011 hingga tahun 2015 memang terus turun.
“Itu juga terjadi di luar negeri pasca 2008 krisis ekonomi, nah pertumbuhan ekonomi yang terus turun ini diakhiri pada tahun 2016 kemarin dimana pertumbuhan ekonomi kita bisa naik pelan-pelan.” Terangnya.
Ia membenarkan pernyataan Andreas dimana saat ini mahasiswa memang harus dididik untuk menjadi pengusaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Bukan saatnya lagi mahasiswa memiliki cita-cita menjadi pegawai negeri jika ingin bersama-sama membangun negeri. “Karena pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup, harus diiringi dengan penciptaan lapangan pekerjaan dan pengentasan kemiskinan. Ini PR kita bersama jika ingin membuat negara ini maju kita tidak boleh saling menyalahkan tapi harus berjuang bersama.” Tutupnya
Ia mencoba mengajak para mahasiswa yang hadir mengkalkulasi keuntungan negara secara makro dengan banyaknya pengusaha yang mencetak lapangan pekerjaan. Contoh sederhananya, jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai angka 260 juta jiwa dibagi dengan usaha makro yang ada saat ini di kisaran 59 juta unit usaha. Hasil dari contoh kalkulasi ini mampu menunjukkan turunnya persentase pengangguran terbuka di Indonesia hingga kurang dari 5%. Dimana angka pengangguran yang kurang dari 5% adalah standar suatu negara bisa dikatakan maju.
Intinya sahabat FoKus, apa kamu siap menjadi entrepreneur? (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
lowongan kerja lembaga KPK
Berikut Informasi Lowongan Kerja Lembaga KPK 2018

Infokampus.news – Lembaga KPK melalui program rekrutmennya saat ini membuka lowongan kerja terbaru pada bulan September tahun 2018 untuk mencari

Close