Sambut Hari Gizi Nasional, Mahasiswa Unusa Beri Edukasi Pentingnya Gizi Seimbang

infokampus.news – Ada banyak cara dan kegiatan bisa dilakukan untuk menandai satu peringatan. Inilah yang dilakukan para mahasiswa Program Studi (Prodi) Gizi, Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Kamis (24/1) pagi di TK Khadijah, Surabaya.

Dalam rangka memperingati Hari Gizi dan Makanan Nasional, yang jatuh pada tiap tanggal 25 Januari, mereka mendatangi dan mengajak siswa Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) beserta orang tua untuk memahami tentang pentingnya gizi seimbang. Para mahasiswa menggelar kegiatan fun cooking dan mewarnai.

Hal ini pun disampaikan oleh Ketua Program Studi Gizi Unusa, Rizki Nurmalya Kardina saat mendampingi para mahasiswa mengatakan, jika setiap orang tua pasti mendambakan buah hatinya tumbuh sehat dan cerdas hingga kelak ia dewasa. Untuk mencapai target tersebut, tentu para orang tua membutuhkan dan menerapkan strategi tepat, salah satunya pemenuhan gizi seimbang sejak dini.

“Masa pertumbuhan anak membutuhkan berbagai jenis zat gizi yang terdiri dari makronutrein dan mikronutrien. Makronutrien mencakup karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan makronutrein mencakup berbagai vitamin dan mineral di berbagai jenis Pangan. Berbagai jenis zat gizi W Perm dicerna dan diserap sengan sempurna oleh saluran pencernaan,” kata dosen mata Mata Kuliah Kesehatan dan Gizi Anak ini, Kamis (24/1/2019).

Menurut Rizki, dengan adanya gizi seimbang ini tentunya dapat meningkatkan daya tahan tubuh sang buah hati. Sebab, dapat kandungan yang ada di berbagai zat gizi dapat terserap dengan sempurna dan mudah dicerna oleh saluran pencernaan anak.

“Dulu kita mengenalnya dengan gerakan empat sehat lima sempurna, sekarang diubah menjadi gizi seimbang. Gizi seimbang karena mudah dicerna, proses penyerapan juga berlangsung dengan Iebih baik sehingga seluruh zat gizi yang masuk diserap seluruhnya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Dosen Unusa ini mengatakan, jika ada baiknya bagi para orang tua untuk mulai mencermati makanan dan minuman anak yang mengandung gizi dalam keadaan alami.

“Untuk mengetahui status gizi dan kesehatan anak secara menyeluruh dapat dilihat mulai dari penampilan umum (berat badan dan tinggi badan), tanda-tanda fisik, motorik, fungsional, emosi dan kognisi anak. Berdasarkan pengukuran antropometri, maka anak yang sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi dikaitkan dengan kecukupan asupan makronutrien, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin D, yodium dan seng,” jelasnya.

Kaprodi Studi Gizi Unusa ini juga berpesan kepada wali murid TK Khadijah agar mengetahui fase pertumbuhan anak sejak dini. Sebab, pada usia 0-6 tahun anak mengalami pertumbuhan cepat, usia 6-2 tahun pertumbuhannya datar, sementara usia 12-18 tahun anak mengalami pertumbuhan cepat.

“Pada usia 0-6 tahun pertumbuhan otak anak mencapai 95 persen. Di atas usia 6 tahun, perkembangan otaknya hanya lima persen. Karena itu, usia 0-6 tahun merupakan fase penting bagi anak atau windows of opportunity. Pada masa ini, nutrisi dan eksperimen orang tua dibutuhkan anak,” pesannya.

Sementara itu, Nisa’ Hidayah, Ketua Himpunan Mahasiswa Gizi Unusa mengatakan, dari penyuluhan gizi seimbang ini wali murid dapat memahami akan pentingnya gizi seimbang terhadap anak.

“Penyuluhan gizi seimbang untuk anak TK, supaya para orang tua dapat menyiapkan bekal anak yang sehat, yang dipilih dari hasil yang terbaik. Makanan dan minuman dengan kandungan gizi dalam keadaan alami berperan penting bagi tumbuh kembang anak. Gizi seimbang dibutuhkan tubuh dan dapat diserap dengan baik oleh sistem pencernaan,” jelasnya.

Nisa’ menambahkan, jika dalam riset dikti mengenai peningkatan derajat masyarakat atau orang tua yang belum memahami akan komposisi dari gizi seimbang. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat khususnya orang tua mengerti akan prinsip gizi seimbang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Gizi seimbang dalam satu piring ada sumber karbo, protein, lemak, mineral, dan disesuaikan dengan umur, berat badan, tinggi badan,” imbuhnya.

Selain itu, Erma Trisuryanti (39), wali murid dari Abricam Octavian Athaallah (5) dalam perayaan Hari Gizi Nasional membuat sebuah makanan bento berbentuk dinosaurus. Menurutnya, dengan adanya penyuluhan dari mahasiswa Unusa dapat memberikan wawasan kepada ibu-ibu akan kandungan apa saja yang penting untuk anak usia 0-6 tahun.

“Komposisi dalam makanan. Sebenarnya sudah tahu, tapi karena kesibukan yang susah. Untuk kedepannya saya akan semaksimal mungkin saya usahakan tetap yang terbaik untuk anak saya,” pungkasnya. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Biola dari Rotan
Hobi Memainkan Alat Musik? ITB Berhasil Ciptakan Biola Listrik dari Rotan

infokampus.news - Alat musik biola umumnya memakai kayu sebagai bahan pembuatannya. Namun inovasi berbeda dilakukan oleh Andar Bagus Sriwarno, Ph.D.,

Close