Sambut Tahun Baru Islam, ini dia 3 Tradisi Unik di Indonesia

Infokampus.news – Hari ini seluruh umat muslim akan menyambut tahun baru islam 1440 Hijriyah, Tahun baru Islam ini diperingati setiap tanggal 1 Muharram yang biasa disebut sebagai Bulan Suro oleh Masyarakat Jawa. Setiap tahunnya masyarakat di Indonesia selalu merayakan malam pergantian tahun dengan berbagai tradisi dan ritual, tradisi dan ritual menjadi unik karena hanya dapat dijumpai setahun sekali.

  1. Tradisi Ngumbah Keris

Ngumbah Keris atau mencuci keris merupakan tradisi masyarakat Jawa yang cukup sakral dan dilakukan hanya waktu tertentu, biasanya tradisi ini hanya dilakukan sekalid alam satu tahun yakni pada Bulan Suro. Bulan Suro dipilih karena dianggap bulan keramat dan dipercayai dapat menambah kekuatan ghaib sebuah keris.

 

  1. Kirab Kebo Bule Kraton Surakarta

Kirab Kebo Bule merupakan tradisi yang dilakukan Keraton Kasunanan Surakarta untuk menyambut datangnya Bulan Suro atau Muharram, dalam kirab ini, sekawanan ekrbau yang dipercaya keramat yaitu kebo bule kyai Slamet akan diarak keliling kota. Kebo Bule Kyai Slamet sendiri konon bukanlah sembarang kerbau.

Dalam buku Babad Solo Karya Raden Mas (RM) Said, leluhur kebo bule adalah hewan klangenan atau eksayangan Paku Buwono II, kirab yang biasanya berlangsung tengah malam ini, merupakan acara yang snagat dinanti-nanti oleh masyarakat Solo dan Sekitarnya, mereka rela menunggu berjam-jam di jalan hanya untuk emnonton kawanan Kebo Bule.

Selalin itu, yang paling menarik dan unik dari tradisi ini adalah ketika orang-orang saling berebut berusaha menyentuh atau menjamah tubuh kebo bule dan berebut mendapat kotorannya. Konon, kotoran tersebut dapat membawa berkah.

 

  1. Festival Tabot di Bengkulu

Festivak Tabot merupakan festival tahunan yang diselenggarakan oleh masyarakat Kota Bengkulu dalam rangka memperingati gugurnya Amir Hussain, cucu Nabi Muhammad SAW, di Padang Karbala (IRAK).

Perayaan ini telah dilakukan sejak tahun 1685 oleh Syeh Burhanuddin yang dikenal sebagai imam Senggolo, Masyarakat kota Bengkulu percaya bahwa apabila perayaan ini tidak mereka selenggarakan makan akan terjadi musibah atau bencana. Oleh sebab itu tidak mengherankan paabila perayaan Tabot ini pernuh dnegan kegiatan-kegiatan yang bersifat ritual dan kolosal. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
beasiswa DataPrint 2
Kabar Gembira, Pendaftaran Beasiswa DataPrint Periode 2 Dibuka!

Infokampus.news – Hai Sobat FoKus, ada kabar gembira untuk kamu para pemburu beasiswa SMP hingga S1. Kali ini Beasiswa DataPrint

Close