Selenggarakan Kuliah Tamu, Mahasiswa UMM Dituntut Inovasikan Energi Terbarukan Di Masa Mendatang

Infokampus.news, Malang – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan kuliah tamu bertajuk “Materials Technology and Renewable Energy Development”. Berkesempatan hadir sebagai pembicara yaitu Founder Energy Academy Indonesia Dr Syarif Riyadi dan Desti Alkano PhD. Kedatangan dua pembicara handal ini tentunya memberikan pembelajaran berharga bagi mahasisa Fakultas Teknik UMM, karena UMM sendiri telah dikenal sebagai  kampus sadar energi terbarukan, salah satunya melalui inisiasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Potensi Indonesia Dalam Inovasi Energi Terbarukan Sangat Besar

Syarif Riyadi sendiri telah memiliki pengalaman sepuluh tahun bekerja dan meneliti di bidang energi terbarukan di berbagai negara Eropa. Dalam penyampaian materinya, Syarif Riyadi menuturjkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan dan berinovasi dengan energi terbarukan.

“Di negara Uni Eropa seperti Jerman dan Belanda permintaan untuk penggunaan transportasi berteknologi energi terbarukan sudah mulai berkembang secara konsisten,” kata Riyadi seperti dilansir dalam laman UMM.

Di beberapa besar eropa sekarang ini ramai-ramai untuk meninggalkan bahan bakar minyak. Bahkan saat ini, lanjut Riyadi, Belanda mentargetkan pada 2025 untuk tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak.

“Sayangnya, saat ini Indonesia masih harus puas dengan hanya menjadi distributor produk energi baru  terbarukan dari negara Eropa” pungkasnya.

Indonesia Butuh Perusahaan Berbasis  Research Analysis

Atas dasar hal tersebut, Menurut Riyadi Indonesia membutuhkan perusahaan berbasis research analysis yang memanfaatkan energi baru terbarukan secara tepat guna. Dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia sangat mungkin untuk menciptakan energi baru terbarukan. Riyadi berharap, pada 2040 Indonesia dapat mengejar ketertinggalan penciptaan dan pemanfaatan energi terbarukan. Sehingga, Indonesia dapat menjadi pengekspor energi terbarukan bagi negara-negara yang membutuhkan dan minim sumber daya penciptaan energi baru terbarukan.

Sementara itu, Desti Alkano menyatakan, berdasarkan hasil penelitiannya, 20 tahun lagi perusahaan penyedia layanan listrik di Indonesia akan mengalami kebangkrutan jika tidak mengubah bentuk pelayanan menjadi smart-grids innovation, salah satu energi baru terbarukan yang telah ia kembangkan di Belgia. (uch)

Sumber : Humas UMM

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hebat, Mahasiswa UGM ini Sabet Gelar Juara Lomba Debat Nasional!

Infokampus.news - Kali ini, tim mahasiswa UGM dinobatkan sebagai juara lomba debat antar mahasiswa se-Indonesia

Close