Sempat di Klaim, Unesco Akui Batik Resmi Milik Indonesia

Infokampus.news – Sempat di klaim Negara tetangga seperti Malaysia dan China, pada peringatan Hari Batik Nasional kali ini Unesco akui batik resmi milik Indonesia. Hal ini membuat Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Arifin T. Hariadi bangga karena batik resmi warisan budaya Indonesia.

“Kami bersyukur konsep batik kita sulit ditiru karena memiliki ciri khas tertentu, karena itu dengan adanya pengakuan dunia itu, maka seluruh lapisan masyarakat Indonesia ke depan, khususnya Jatim, harus lebih mencintai produk batik dan produk dalam Negeri. Minimal mereka berkenan memakai batik satu kalid alam sepekan,” Katanya.

Bila masyarakat sudah mencintai dnegan memasyratkan batik, kata Arifin, pertumbuhan angka penjualan perajinan batik, baik industri kecil menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan semakin meningkat, apalagi di Jatim sekarang sudah ada 191 sentra IKM, sedangkan di sektor batik dan bordir ada 5926 unit.

Terkait ikhtiar menumbuhkan ekcintaan terhadap batik itulah agaknya usul Universitas Kristen Petra (UKP) Jawa Timur untuk menjadikan 2 Oktober sebagai tanggal pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai warisan pusaka budaya dunai (World Heritage) dari Indonesia, menjadi “Hari Batik Nasional” Patut didukung.

“Pengakuan UNESCO pada tanggal 2 Oktober itu merupakan peluang untuk didoorong menjadi Hari Batik Nasional,” Ungkap Ketua Komunitas Batik Surabaya (KiBas)”

Menurut dosen Desain Inetrior pada Fakultas Seni dan Desain Komunikasi Visual UKP itu, hari batik Nasional itu perlu dicanangkan untuk mengingatkan masyarkaat bahwa batik telah menjadi warisan budaya dunia dari Indonesia.

“untuk memperingatinya kita tidak harus mengenakan baju batik, namun untuk menghargai warisan budaya itu sebaiknya kita mengenakan baju batik pada Hari Batik Nasional”  ungkapnya didampingi Kepala Perpustakaan UKP Surabaya, Aditya Nugraha.

Ia mengaku motif yang mirip batik juga ada di Jepang, China, India, Afrika, Jerman, Belanda, Malaysia dan Negara lainnya. Namun, teknik pembuatan dan budaya pertumbuhan batik di Indonesia memiliki kekhasan.

“Batik di Indonesia merupakan teknik membuat motif kain dengan menorehkan canting berisi lilisn, sedangkan di Negara lain hanya merupakan cetak atau cap bermotif batik, teknologi batik dan sebagainya” ungkapnya. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Batik Sebagai Milik Indonesia
Kamu Perlu Tahu! Unesco Akui Batik Sebagai Milik Indonesia

Infokampus.news – Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober ini menjadi pengingat bagaimana akhirnya batik diakui oleh Unesco

Close