Serap Senyawa Kotoran Ayam, Mahasiswa FTP UB Raih Emas PIMNAS

Infokampus.news – Keresahan terhadap maraknya penyakit pernapasan akut yang menyerang unggas ayam, membuat 4 mahasiswa Universitas Brawijaya membuat sistem alat penyerap senyawa kotoran ayam penyebab bau tak sedap dan pernapasan akut berupa Amoniak (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S). Hal itulah yang mendasari penyusunan karya ilmiah Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) berjudul SAFARI (Smart Farm Nanotechnology) Alat Penyerap Amoniak (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) pada Kandang Ayam dalam Mewujudkan Eco Green Technology. Karya ilmiah milik Ashva Afkarina, Dwi Pujiana, Dwi Rosiyana, dan Anik Haryanti tersebut berhasil meraih emas pada PIMNAS 2016 8 Agustus sampai 11 Agustus 2016 lalu.

“Sekarang ini ayam marak terserang penyakit pernapasan akut seperti CRD atau flu burung yang menyebabkan ayam mati mendadak, setelah diselidiki ternyata disebabkan oleh kotoran ayam dan menimbulkan bau nggak enak, jadi kami buat sistem alat untuk menyerap bau Amoniak dan Hidrogen Sulfida,” kata Ashva, ketua tim PKM-KC jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Brawijaya.

Mampu Menyerap Bau Tak Sedap di Kandang Ayam

Alat bernama SAFARI tersebut bekerja untuk menyerap bau tak sedap di kandang ayam. Di dalamnya terdapat bahan aktif berupa zeolit yang berguna untuk menyerap ion pada senyawa berbahaya, dalam hal ini adalah Amoniak (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) penyebab bau tak sedap pada kotoran ayam. Kemampuan zeolit menyerap zat tersebut dipadukan dengan komponen blower pipa dan pompa air.

Senyawa Kotoran Ayam

“Udara yang ada di kandang ayam diserap oleh blower, dari blower disalurkan ke pipa, dan di dalam pipa kami menambahkan zeolit. Zeolit itu batuan alam yang dihasilkan dari sisa abu vulkanik yang akan menyerap Amonia dan Hidrogen Sulfida, setelah itu pompa air fungsinya untuk menabrakkan udara bersih dengan air supay udara yang dihasilkan semakin bersih,” jelasnya.

“Karena Indonesia adalah daerah gunung berapi jadi tidak sulit mendapatkan ziolit meski begitu yang digunakan ziolit dengan karakteristik tertentu,” timpal Dwi Pujiana.

Baca Juga:

Agar memiliki daya serap ziolit perlu diaktivasi dengan cara fisik dan kimia. Aktivasi secara fisik yakni dengan dipanaskan pada suhu 300-500’C atau sistem vacuum. Sedangkan aktivasi dengan secara kimiawi ditambahkan dengan HCL atau NaCL.

Telah Melalui Uji Lab

SAFARI ini telah melalui uji lab di Laboratorium Bio Indsutri FTP dan Laboratorium Teknologi Agrokimia serta uji lapangan di instalasi Karangploso, Kabupaten Malang. Kedepan mahasiswa bimbingan dosen TIP Shinta Rosalia Dewi, S.Si, M.Sc ini akan mengembangkan alat agar mampu bekerja secara otomatis, yakni menyerap senyawa berbahaya ketika melebihi ambang batas, di samping terus melakukan pengujian kandang supaya semakin matang. Sedangkan tahun 2017 akan bekerjasama dengan kelompok peternak dan dinas peternakan Kota Malang sekaligus komersialisasi produk. Sementara waktu, karya tersebut telah dipatenkan dalam paten sederhana di LPPM UB untuk selanjutnya didaftarkan dalam HAKI.

“Dari karya ilmiah ini kami ingin membuat bisnis yang bermanfaat dengan memberdayakan masyarakat. Peternakan di Indonesia berjalan baik, produksi meningkat, dan menumbuhkan masyarakat berdaya saing,” tutur Ashva menutup pembicaraan. (glh)

cska

Admin Super INFOKAMPUSNEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UB gelar seminar Psikologi Berkonsep Pendidikan Positif!

Hari ini (24/8) Universitas Brawijaya (UB) gelar seminar psikologi tentang menumbuhkan kedisiplinan anak tanpa kekerasan pada anak

Close