Menristekdikti: Kuliah Online Tekan Biaya Hingga 50%

Infokampus.newsKementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) meluncurkan sistem kuliah online bertajuk “Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (Spada)” perguruan tinggi yang didukung dengan fasilitas sistem Indonesian Research and Education Network (Idren). Sistem pembelajaran ini mendukung program perkuliahan jarak jauh dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat Indonesia terhadap perguruan tinggi.

Launching Program Spada-Idren secara resmi dipimpin oleh Menteri Ristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak., dalam acara jumpa pers yang digelar di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (2/5). Jumpa pers digelar usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di kampus Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang dihadiri Rektor UNPAD Prof. Tri Hanggono Achmad, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Prof. Ainun Naim, PhD, Sekretaris Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof. Rina Indiastuti, serta sejumlah pejabat eselon di lingkungan UNPAD dan Kemenristekdikti.

Prof. Nasir mengatakan, pemerintah meluncurkan Spada sebagai upaya peningkatan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia. Di era disruptif dan revolusi industri 4.0, APK pendidikan tinggi Indonesia saat ini masih berkisar 31,5%. Harapannya, penerapan sistem pendidikan jarak jauh ini akan meningkatkan APK pendidikan tinggi secara signifikan.

“Adanya sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia minimal menjadi 40% dalam 1 – 2 tahun,” paparnya.

Lebih lanjut Prof. Nasir menjelaskan, Spada merupakan pelopor pembelajaran perguruan tinggi digital. Sistem yang digunakan di lebih dari 58 perguruan tinggi yang telah terhubung di Idren. Dengan demikian, sistem ini didukung oleh jaringan pendidikan dan riset nasional, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat lebih fleksibel dilakukan. Menurutnya jika Spada diterapkan dengan fasilitas Idren, maka satu profesor bisa mengajari lebih dari 1.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia lintas waktu dan daerah.

Meski sistem perkuliahan bersifat online, Prof. Nasir memastikan bahwa kualitas pendidikan ini tetap terjaga. Pihaknya melalui berbagai direktorat di Kemenristekdikti sedang mengatur berbagai regulasi dalam menjaga kualitas pendidikan di Spada agar tak kalah dengan kualitas pendidikan konvensional. Ia menekankan bahwa jangan sampai standar minimalnya tidak terpenuhi. Nantinya, akan ada sistem berupa cyber university untuk melakukan evaluasi sistem pembelajaran.

Sistem kuliah online diperkirakan dapat menekan biaya perkuliahan hingga 50%. “Ini akan memudahkan rakyat Indonesia mendapatkan mutu pendidikan yang lebih baik,” tambah Prof. Nasir.

Selain itu, Prof. Nasir juga mengatakan, sistem Spada akan meningkatkan aktivitas kerja sama antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im menambahkan, sistem kuliah online ini tidak berarti hanya sekadar mentransfer materi dosen ke website. Namun, proses online ini juga bisa dimanfaatkan sebagai fasilitas interaksi mahasiswa.

“Mahasiswa juga tetap bisa tanya dan diskusi melalui sistem itu,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Dia menyebutkan 80 perguruan tinggi baik PTN maupun PTS sudah memanfaatkan program kuliah daring ini.

Luncurkan Pembelajaran Jarak Jauh

Merespons upaya Kemenristekdikti, UNPAD telah menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada program Pascasarjana. Program ini merupakan program yang diinisiasi UNPAD untuk meningkatkan aksesibilitas mahasiswa tidak memungkinkan melakukan pembelajaran di kampus utama karena kendala jarak dan waktu.

 

 

Seperti yang dilansir dari OkeZone.com, Rektor UNPAD Tri Hanggono Achmad mengatakan, dengan adanya program PJJ ini pemanfaatannya bukan hanya dari aspek program studi itu sendiri tapi merupakan wujud dari resource sharing.

“Apa yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi bisa manfaatkan oleh perguruan tinggi lain. Bukan hanya materinya termasuk kapasitas para dosennya. Sehingga rekognisi terhadap mereka dapat dilihat juga oleh banyak pihak,” jelasnya.

 

Sumber: Universitas Padjadjaran (UNPAD)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
juara unair lomba desain logo
Juarai Lomba Desain Logo, Mahasiswa Ini Dapatkan Jutaan Rupiah

Infokampus.news – Universitas Airlangga (UNAIR) patut berbangga karena sekali lagi emas terpendam telah mencuat ke permukaan. Adalah Adi Wisnu Nugroho,

Close