Sistem Penilaian SBMPTN Beda, Budi: “Jangan Khawatir”

Infokampus.news – Menilik wajah-wajah para pemburu PTN yang kini tengah melaksanakan SBMPTN, berbagai ekspresi bisa kita temukan. Ada yang santai saja, namun tak sedikit pula yang tampak tegang dan harap-harap cemas karena hari ini adalah salah satu harapan besar mereka agar bisa menembus kampus impian masing-masing. Namun sebenarnya mereka tak perlu risau, sebab kali ini sistem penilaian SBMPTN berbeda dengan tahun sebelumnya, dan sistem ini memberi peluang besar bagi para peserta SBMPTN untuk diterima di kampus tujuan.

Jika pada sistem lama SBMPTN menggunakan penilaian skor 4 (empat) untuk jawaban benar, -1 (minus satu) untuk jawaban salah, dan butir soal yang tidak dikerjakan akan diberi nilai 0 (nol), maka pada sistem penilaian SBMPTN terbaru ini peserta yang mengerjakan benar akan mendapatkan skor 1, sementara itu untuk butir soal dengan jawaban salah ataupun tidak terjawab mendapatkan skor sama, 0 (nol).

Tahap penilaian SBMPTN yang semula tiga tahap pun disederhanakan menjadi dua tahap yang mana di tahap pertama seluruh jawaban peserta akan diproses, kemudian di tahapan kedua menggunakan teori ‘response butir’ yang digunakan untuk menganalisis karakteristik setiap soal.

Terdapat 3 (tiga) karakter soal, yaitu mudah, sedang, dan sulit. Karakteristik soal yang didapatkan pada tahap kedua kemudian digunakan untuk menghitung skor peserta.

Boleh jadi ada beberapa peserta yang mampu menjawab soal benar dengan jumlah yang sama besar, namun belum tentu mereka memiliki hasil skor sama, sebab hal itu tergantung jenis soal yang dikerjakan. Jika peserta banyak menjawab benar pada jenis soal yang sulit, maka kemungkinan untuk lolos akan lebih besar pula begitupun sebaliknya.

Meskipun demikian, Ketua Pokja SBMPTN 2018 Prof Budi Prasetyo Widyobroto menyampaikan kepada peserta SBMPTN untuk tidak khawatir mengenai perubahan sistem penilaian tersebut. (him)

Berita Terkait

  • Infokampus.news, Malang - Pada penyelenggaraan SBMPTN 2018 Panlok 55 Malang ditemukan kesalahan data. Dua peserta ujian difabel yang mengikuti ujian di kampus UIN MALIKI Malang ternyata bukan penyandang tunanetra. Setelah dilakukan konfirmasi oleh panitia terhadap sekolah, pihak sekolah ternyata mengaku salah meng-input data dari 2 (dua) peserta ini. "Jadi peserta seleksi yang menyandang difabel hanya satu saja yaitu tunarungu. Sebenarnya (di data) ada 3, tapi ternyata yang 2 peserta bukan…
  • Infokampus.news, Malang - Pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 adalah salah satu gelaran yang menyaring ribuan calon mahasiswa baru untuk menjadi mahasiswa. SBMPTN merupakan ajang mencari peruntungan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri idaman. Tak hanya calon mahasiswa, ternyata SBMPTN 2018 juga menjadi ajang peruntungan bagi pihak-pihak lain, seperti para pedagang makanan, perlengkapan ujian, hingga soal-soal SBMPTN. Di luar itu, banyak ditemui sekelompok mahasiswa yang berjualan…
  • Infokampus.news, Malang - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017, hari ini, Selasa (8/5) telah memasuki hari pelaksanaan tes. Tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di kota Malang yaitu Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Islam Negeri Malang (UIN MALANG), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seperti  Universitas Widyagama Malang (UWG) dan STMIK Asia, serta SMA/SMK di kota Malang sejak pagi ini terpantau sudah di ramai dipadati oleh para…

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
peserta sbmptn 2018 optimis
(Live Report) Sesi Pertama Kelompok Campuran Selesai, Peserta Optimis Tes Selanjutnya Lancar

Infokampus.news, Malang - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2018 (SBMPTN 2018) sesi pertama untuk kelompok campuran telah resmi selesai.

Close