Viral! Skripsi 1000 Lembar Rampung Hanya dalam Waktu 1,5 Bulan

Infokampus.news – Skripsi adalah momok bagi sebagian besar mahasiswa tingkat akhir. Sebab di fase ini, berbagai cobaan akan datang silih berganti. Entah karena kesulitan mencari referensi, dosen pembimbing sulit ditemui, sedikit-sedikit revisi, dan masih banyak lagi. Tak terbayang betapa pusingnya proses pengerjaan skripsi ini hingga penilitian yang menyita banyak waktu, tuntutan format dan susunan kalimat, kerap kali membuat mahasiswa berputus asa. Namun lain halnya dengan warta yang viral baru-baru ini. Kabarnya ada skripsi 1000 lembar yang hanya dikerjakan dalam kurun waktu 1,5 bulan. Apakah benar? Bagaimana bisa?

Rupanya skripsi 1000 lembar ini memang nyata, buah karya dari Lisa Stefanny, lulusan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya).

Lisa yang tak menyangka hasil skripsinya akan viral ini mengungkapkan bahwa dalam karya tulis ilmiahnya itu ia membahas eksploratori artis brand building yang secara spesifik mengarah ke penata rias, perancang busana, dan fotografi.

“Saya suka topik itu dan memang benar-benar saya ingin dari dulu neliti itu,” ungkap Lisa dilansir dari MSN.com, Minggu (21/4/2019).

Baca Juga :  3 Kampus Negeri di Malang 'Panen' Mahasiswa dari Jalur SBMPTN 2019, Ini Jumlahnya

Hal inilah yang membuat Lisa mampu mengerjakan skripsi secepat kilat dan setebal yang bisa kita lihat dalam foto yang viral itu. Sebab di samping Lisa sudah mulai mencuri start dan mempelajari ilmu-ilmu serta teori yang berkaitan dengan topiknya itu terlebih dahulu, ia bersemangat menemui para make up artist senior karena sejak kecil ia bercita-cita ingin menjadi make up artist pula.

“Studinya kualitatif, membangun branding artis seniman seperti make up artist, fashion designer, dan fotografi Surabaya,” papar Lisa. Ia melanjutkan, “aku kolaborasikan dengan bahan kuliah ekonomi.

Skripsi setebal 1.150 halaman tersebut mampu ia rampungkan hanya dalam waktu kurang lebih 45 hari pada semester delapan perkuliahannya.

Meskipun demikian, Lisa tetap mengalami ‘drama’ pengerjaan skripsi layaknya mahasiswa kebanyakan. Mulai dari harus membagi waktu dengan lomba kampus, mengebut wawancara dengan beberapa informan skripsinya, mengoreksi lagi kerangka berpikir dari skripsinya tersebut, memeriksa ulang kesalahan pengetikan di 1.150 lembar halamannya itu hingga akhirnya sidang skripsi.

“Waktu ngerjain dinikmati saja, sudah direncanakan juga karena memang mau meneliti apa yang saya suka,” tukasnya. (him)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *