Solar Cell Alami Ala Dekan FMIPA Ini Hemat dan Ramah Lingkungan

Infokampus.news, Malang – Solar cell merupakan salah satu sumber energi listrik yang saat ini mulai dilirik oleh banyak pihak guna menyuplai kebutuhan listrik. Namun, kekurangan alat pembangkit tenaga surya yang beredar di pasaran saat ini, umumnya menghasilkan limbah beracun yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Itulah sebabnya Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) Dr. Markus Diantoro, M.Si membuat solar cell dengan terobosan baru, yakni memanfaatkan tumbuhan.

“Kalau solarcell di pasaran itu limbahnya sangat beracun, maka dari itu kami coba untuk mengganti alat yang ada dengan dedaunan, dan batang tumbuhan yang kami ekstrak.” Jelas dia pada tim infokampus.news.

Solar Cell Menggunakan Ekstrak Tumbuhan Menjadi Senyawa Khusus dan Campur Dengan Senyawa Kimia Lain

Pembuatan alat ini cukup mudah yakni daun angsana sebanyak satu kilo gram atau satu buah wortel yang telah diekstrak lalu dicampur dengan bahan kimia ZNO, SNO2, atau TIO2 kemudian disinari cahaya matahari. Alat ini bisa menyalakan satu buah lampu LED dengan daya 1/4 watt.

“Pokoknya tumbuhan apa saja bisa digunakan asal berwarna, karena warna yang dimiliki itu memantulkan cahaya atau menyerap energi. Alatnya kecil gitu, nanti bisa menyalakan lampu LED 1/4 watt,” tambah dia

Kendati demikian, ia menyebutkan alat miliknya ini masih kurang efisien jika dibandingkan solar cell komersil di pasaran. Ia mengatakan akan terus melakukan pengembangan terhadap alat ini sehingga bisa bermanfaat untuk banyak orang dan juga terjangkau dari segi harga. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lebih Mudah Dapat Beasiswa Di UNIGA

Untuk kamu yang kuliah di mana yang fasilitasnya mumpuni dan ingin dapat beasiswa, mungkin Universitas Gajayana Malang adalah jawabannya.

Close