Soroti Kesetaraan Perempuan Di Indonesia, Ini Pendapat Dua Pemateri Dialog Interaktif UNIKAMA

Infokampus.news, Malang – Saat ini, para tokoh perempuan di Indonesia sudah mulai banyak memunculkan kinerja-kinerja yang layak dibanggakan oleh negara. Hal tersebut menunjukan bahwa di Era modern ini, gender sudah bukan lagi persoalan yang patut dibicarakan, yang terpenting adalah apakah dia bisa dan mampu mengerjakan persoalan tersebut, tanpa memandang apakah dia laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudhan saat menjadi pemateri di kegiatan Dialog Interaktif Peringatan Hari Kartini “Menentang Sejuta Cerita Dibalik Kusutnya Kebaya Perempuan” yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Srikandi Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA).

Pendidikan Sangat Penting Bagi Perempuan Di Indonesia

Selain itu, Ya’qud Ananda juga mengingatkan para mahasiswa UNIKAMA yang hadir di Auditorium Multikultural agar perempuan tidak hanya memperhatikan penampilan diluar tetapi juga harus berisi didalam kepalanya. Untuk itu, pernyataan kebaya kusut di perempuan hanya terjadi bila perempuan itu tidak berpendidikan.

“Hal yang paling utama agar perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata adalah dengan mengisi kepla kita dengan ilmu yang banyak. Pendidikan itu sangatlah penting bagi perempuan. Kita harus melawan Mindset yang banyak muncul di era modern ini bahwa penampilan lebih penting daripada pendidikan. Supaya kita sebagai perempuan dapat membuktikan kalau kita mampu untuk mengerjakan sesuatu dengan ilmu yang kita punya,” Paparnya.

Pemerintahan Saat Ini Berikan Kesempatan Lebih Pada Perempuan

Semementara itu, Staff Ahli Kementrian Sosial Republik Indonesia (KEMENSOS RI), Prof. M. Mas’ud Said, M.M., Ph. D mengatakan dalam pemerintahan Presiden Jokowi saat ini menjadi contohnyata dimana para perempuan mampu berbicara banyak di bidang pemerintahan maupun politik. Menurutnya, srikandi-srikandi pembantu Presiden saat ini justru mendapat tingkat kepuasan yang tinggi atas kinerjannya dari masyarakat.

“Menteri perempuan di kabinet Presiden Jokowi saat ini saja bisa menjadi bukti bahwa jika diberi kesempatan, mereka akan mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Ibu Mentri Keuangan Sri Mulyani diakui dunia sebagai Mentri Keuangan terbaik di dunia, Ibu Susi Pujiastuti Kinerjanya Menjadi yang paling memuaskan menurut masyarakat, dan juga Ibu Mentri Sosial Khofifah Indah Parawansa yang sosoknya banyak dijadikan acuan oleh aktivis perempuan di luar negeri,” pungkasnya.

Proporsi Keterwakilan Perempuan Di Lembaga Publik Harus Ditingkatkan

Untuk itu, yang salah satu solusi agar perempuan tidak di Underestimate kan oleh masyarakat yaitu proporsi keterwakilan perempuan di lembaga publik harus diperbanyak. Keterwakilan perempuan diyakini bisa menjadi pemacu agar perempuan bisa menunjukan kemampuannya sehingga masyarakat akan lebih memberikan pengakuan lebih terhadap potensi perempuan.

“Proporsi kesempatan perempuan untuk menempati posisi di Kelembagaan publik seperti di lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif memang harus lebih ditingkatkan agar perempuan juga bisa diberi ruang untuk menunjukan kemampuannya kepada publik,” Ujarnya. (uch)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dialog Interaktif UNIKAMA Bangkitan Peran Perempuan Di Era Modern

Infokampus.news, Malang - Forum diskusi srikandi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) selenggarakan Dialog Interaktif UNIKAMA

Close