Soroti Penurunan Populasi Penyu, Peneliti IPB Ciptakan Wisata Pantai Berbasis Konservasi Penyu Hijau

Infokampus.news – Pantai Pangumbahan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah ditetapkan sebagai Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan. Pemanfatan kawasan tersebut sebagai tempat wisata penyu haruslah mempertimbangkan keberadaan penyu, utamanya, adalah keberadaan penyu hijau sebagai hewan langka yang harus dilindungi. Untuk itu perlu dilakukan pelestarian populasi penyu hijau dengan mengembangkan kawasan ekowisata.

Pakar IPB Teliti Pengelolaan Pantai Konservasi Pangumbahan

Atas dasar permasalahan tersebut, sejumlah ahli dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni Neneng Nurbaeti, Fredinan Yulianda dan Achmad Fahrudin melakukan penelitian pengelolaan wisata pantai berbasis konservasi penyu hijau di Pangumbahan.

Fredinan mengatakan, saat ini populasi penyu hijau terus mengalami penurunan di Indonesia termasuk di Pantai Pangumbahan. Penyebab utamanya selain faktor alam, namun juga ada andil dari aktivitas manusia. Faktor alam yang mengancam keberadaan penyu adalah predator, penyakit dan perubahan iklim. Selain itu, perilaku manusiayang terus melakukan pemanenan berlebih terhadap telur, daging dan karapas penyu untuk perdagangan juga menyebabkan penurunan populasi penyu, sehingga keberadaan penyu di alam terancam punah.

Aspek Sosial Ekonomi Pantai Pangumbahan Harus Tetap Kedepankan Sisi Perlindungan Penyu Hijau

Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan merupakan salah satu bentuk Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KKP3K) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Nomor: 523/Kep.639Dislutkan/2008. Bentuk pengalihan kegiatan eksploitasi terhadap penyu hijau menjadi kegiatan jasa rekreasi berupa ekowisata pantai. Penetapan kawasan diharapkan dapat menjamin kelestarian populasi penyu secara ekologis serta mengubah persepsi masyarakat terhadap kawasan konservasi yang bersifat sentralistik dan tertutup (kawasan larangan) bagi semua pihak.

“Aspek sosial dan ekonomi dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi kesejahteraan masyarakat dengan tetap mengedepankan sisi perlindungan, khususnya penyu hijau,” ujar Fredinan seperti dilansir dalam laman Ristekdikti.

Tidak Semua Kawasan Konservasi Miliki Tingkat Kesesuaian

Hasil penelitian para peneliti IPB tersebut menunjukkan bahwa tidak semua kawasan konservasi memiliki tingkat kesesuaian bagi peneluran penyu. Perlu adanya pembatasan jumlah pengunjung berdasarkan daya dukung kawasan bertujuan untuk menjaga keaslian sumberdaya, menjaga kenyamanan penyu hijau dan wisatawan.

Dengan demikan, ada sebuah batasan jumlah pengunjung untuk kegiatan wisata pantai 119 orang dan wisata penyu 18 orang. Kemudian pengembangan kawasan untuk wisata pantai hendaknya disesuaikan dengan potensi sumberdaya alam yang ada dengan tidak melebihi daya dukung kawasan. (uch)

Sumber : Ristekdikti

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dihadiri Menristekdikti, Universitas Jember Resmikan UNEJ Kampus Bondowoso

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir berkesempatan hadir guna meresmikan UNEJ Kampus Bondowoso.

Close