STIKI akan Terapkan Sistem Pembelajaran Daring Indonesia

Infokampus.news, Malang – Sebagai institusi yang bergerak di bidang teknologi, STIKI Malang telah mengadopsi sistem pembelajaran daring (online) untuk mengakomodasi pembelajaran non-tatap muka. Untuk meningkatkan penggunaan sistem pembelajaran daring, STIKI Malang menggelar workshop bagi para dosen pada hari Kamis & Jumat (23 & 24 Maret 2017). Lokakarya bertajuk “STIKI MALANG Menuju Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA)” ini menghadirkan pemateri dari Jakarta yakni Rangga Firdaus, M.Kom & Erick Dazki, S.Kom., M.T.I. Sebagai informasi, Rangga Firdaus merupakan lulusan magister Ilmu Komputer UGM yang juga sedang menempuh program doktoral Teknologi Pendidikan di UNJ. Aktivitas Rangga antara lain dosen Ilmu Komputer FMIPA Universitas Lampung, Tim Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu – Kemenristek Dikti, dan Ketua Deputi Litbang Preinexus. Erick sendiri merupakan lulusan Magister Teknologi Informasi STIMIK Amikom Yogyakarta. Aktivitasnya antara lain Tim Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu – PREINEXUS – COLLEGE 99, Ketua Deputi IT E-Learning Preinexus, Koordinator IT Uji Test Sertifikasi PREINEXUS, Tim Pen-test Cyber IT.

Tujuan diadakan lokakarya ini yaitu; untuk mengetahui dan mempelajari serta menerapkan konsep pembelajaran daring yang dilaksanakan di Pendidikan Tinggi, untuk melatih pembuatan sebuah sistem pembelajaran daring (e-learning), dan untuk menginformasikan adanya hibah SPADA bagi dosen yang berminat. Dalam lokakarya dipetakan permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia yang dapat dilihat dari beberapa segi. Dari segi ketersediaan, kapasitas/daya tampung perguruan tinggi masih terbatas.

Keterjangkauan, perguruan tinggi tidak tersebar merata dan biaya kuliah yang tinggi. Dari segi kesetaraan, banyak institusi pendidikan yang belum setara dalam memberikan layanan pendidikan bermutu. Dilihat dari kualitas, sumber daya pendidikan yang bermutu masih terbatas dan terkonsentrasi di Jawa. Dan dari segi keterjaminan, belum dapat menjamin pemenuhan semua permintaan pendidikan tinggi bermutu.

Salah satu peserta lokakarya, Mahendra Wibawa, S.Sn, M.Pd, mengakui sangat terbantu dengan pemaparan kedua pemateri. E-learning merupakan salah satu media yang memudahkan proses pembelajaran terutama pembelajaran jarak jauh. Di STIKI sendiri ada yang disebut “e-belajar”. Akan tetapi, penggunaannya belum optimal karena belum sesuai dengan standar SPADA .

Harapan Mahendra ke depan agar sistem pembelajaran di kampus lebih fleksibel dengan tetap menjaga kualitas. Misalnya, TriDarma Perguruan Tinggi mengamanatkan seorang dosen selain mengajar juga harus meneliti dan mengabdi. Tak jarang pengabdian harus dilakukan di luar kota sementara ada kelas yang mengharuskan tatap muka. Dengan adanya e-learning, keharusan untuk tatap muka dapat lebih fleksibel. Sistem yang dibangun tim TI dan sistem pengelolaan pembelajaran kampus diharapkan menjadi lebih sinergis. “Siapa tahu bisa buat kelas jarak jauh, seperti unversitas terbuka.” pungkasnya.

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wah, Ternyata Begini Rasanya Jika Mengerjakan Tugas Di Perpustakaan UB

Infokampus.news, Malang - Perpustakaan UB menjadi tempat yang banyak dikunjungi mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas.

Close