Strategi Meraih Beasiswa Djarum Foundation Melalui “ Catur Pitutur, Empat Nasihat Untuk Generasi Emas “

Infokampus.news, Malang – Dalam rangka memperingati dies natalis yang ke-36, Universitas Islam Malang mengagendakan banyak kegiatan baik akademik maupun non akademik. Universitas Islam Malang mengundang Soewarno M. Serad selaku pengarang buku Catur Pitutur, Empat Nasihat Untuk Generasi Emas.

Dengan menghadirkan tiga narasumber yakni Soewarno M.Serad yang juga penulis buku, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si selaku rektor Universitas Islam Malang dan Prof. Drs. Sutiman B. Sumitro, M. Sc., D. Sc guru besar fakultas MIPA Universitas Brawijaya. Masing – masing narasumber membedah isi dari buku dalam sudut pandang yang berbeda.

Soewarno M.Serad menjelaskan jika pada era ini dunia sangat membutuhkan generasi yang taat dan jujur. Diamati dari lingkungan sekitar, Soewarno menyoroti fenomena kenakalan remaja. Banyak sekali ditemui remaja – remaja yang sudah tidak lagi pada porsinya, sedangkan yang menjadi permasalahan adalah banyak faktor yang menyudutkan pihak remaja itu sendiri.

Jika dibedah lebih lanjut faktor utama dari kenakalan remaja adalah salahnya pola pendidikan dilingkungan rumah.

“Peran pendidikan dikeluarga menjadi faktor utama untuk membentuk karakter bangsa,” tegasnya.

Lebih dari 10.000 mahasiswa terpilih mendapatkan hak atas beasiswa dari Djarum Foundation, mahasiswa yang sudah unggul secara akademik akan dilatih lagi soft skillnya. Dengan begitu Djarum Foundation akan melahirkan bibit – bibit unggul yang berguna bagi negara.

Soewarno menegaskan jika dalam kehidupan terdapat empat piramida, diawali dengan fisik yang ada dalam urutan terbawah, emosi, mental dan pada urutan piramida teratas adalah spiritual.

“Dengan adanya empat piramida penting, kita harus bisa mensinergikan energi yang sudah ada. Sudah menjadi tugas kita untuk menyatukan ke empat energi tersebut dan menyatukannya dalam urutan yang baik dan benar,” tuturnya.

“Sebagai manusia kita harus mencintai apa yang kita lakukan bukan sekedar melakukan apa yang kita cintai,” tambahnya.

Lebih Banyak Terpengaruh Daripada Mempengaruhi

Prof. Drs. Sutiman B. Sumitro, M. Sc., D. Sc guru besar fakultas MIPA Universitas Brawijaya membedah buku Catur Pitutur, Empat Nasihat Untuk Generasi Emas dalam sudut pandang kesehatan dan pendidikan.

“Manusia memiliki dua macam pola berfikir, yaitu pola Holistik dan Analitik. Pengetahuan manusia sangat penting karena itu pola fikir juga sangat mempengaruhi dunia pendidikan. Manusia selalu sibuk mengukur kualitas pendidikan sedangkan pada dasarnya kualitas pendidikan tidak selalu bisa diukur,” terangnya.

Peran Pendidikan Tinggi Islam Dalam Membangun Peradaban Yang Komprehenship Holistik

Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menekankan jika lingkungan keluarga adalah madrasah petama untuk pendidikan anak. Pendidikan tinggi Islam sendiri memiliki poin besar dalam pencapaian, tidak hanya sebagai lembaga pendidik yang mengajarkan pengetahuan secara akademik.

“Tema besar perguruan tinggi Islam adalah menjadikan kekuatan penggerak, bangkit dan mengembangkan semangat Islam,” pungkasnya.

“Disiplin untuk mengembangkan SDM yang bermartabat dan menjadikan anak bangsa melalui pendidikan berbasis hati,” tutupnya. (has)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Universitas Islam Malang Lakukan MoU Dengan Djarum Foundation

Universitas Islam Malang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bersaing dalam bidang akademik maupun non akademik melalui beasiswa MoU Djarum Foundation.

Close