Stunting Masih Menghantui Kabupaten Malang, FK UB Gelar Ini

Infokampus.news, Malang – Masih banyaknya masyarakat yang tidak paham dan sadar tentang penyakit stunting yang kerap kali dialami bayi hingga anak-anak khususnya di kabupaten Malang memang harus segera ditangani. Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang tidak sadar anaknya menderita stunting. Disisi lain ada juga masyarakat yang sadar tapi enggan membawa anak mereka untuk berobat.

Untuk itu Kementrian Kesehatan menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang untuk memberikan pendampingan pada masyarakat secara preventif dan kuratif untuk menangani kasus ini.

“Selama ini kadang banyak yang tidak sadar anak mereka kena stunting bahkan tidak sadar kalau sedang hamil padahal ini bisa dicegah sejak awal. Untuk itu kami nanti akan memberikan pendampingan mulai sebelum hamil hingga anak itu nanyi berusia 2 tahun.” Tukas dr. Diajeng Setiawardani ketua pelaksana dari UB.

Diajeng sendiri mengungkapkan ada 9 hingga 10 desa yang menjadi sorotan utama. Beberapa diantaranya adalah kabupaten Pujon, dan beberapa daerah lain di kabupaten Malang bagian utara.

Baca Juga :  Kuliah Tak Sesuai Jurusan, Iniloh 5 CEO yang Sukses Jadi Miliarder

Stunting sendiri akan mengganggu pertumbuhan anak-anak yakni tinggi badan, berat badan, dan pertumbuhan kognitif anak. Namun penanganan selama ini hanya menyasar pada penderita saja, sedangkan stunting sendiri sebenarnya bisa dicegah sejak dini.

Dengan adanya dana hibah dan juga pendampingan ini, PLT Bupati Malang Sanusi, berharap angka pengidap penyakit stunting bisa ditekan setiap tahunnya. Pihaknya cukup ambisius agar angka ini bisa ditekan hingga 0%.

“Kita ini ada 33 kecamatan, akan kita berikan ruang dulu satu tahun kedepan bagaimana. Semoga angkanya bisa terus ditekan hingga 0%.” Ungkap Sanusi. (Pus)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *