Sudah Gerus Etika, Yudi Latif Was-Was Teknologi Bikin Manusia Ateis

Infokampus.news, Malang – Yudi Latif was-was teknologi bikin manusia ateis, setelah sebelumnya sukses membuat generasi muda di Indonesia kehilangan etika. Ketua Unit Kerja Presiden Penguatan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) ini menyebutkan generasi muda sekarang sudah banyak melupakan etika turun temurun warisan budaya.

“Pola hidup kita terus terang berubah. Anak sekarang kalau orang tua nyapa atau berbicara dulu harus tatap wajah, sekarang orang tua bilang apa anak tetap saja merunduk,” ujarnya saat memberikan Seminar Nasional Membumikan Pancasila di UIN Maliki Malang Siang ini (21/11).

Setelah Etika Tergerus, Jangan Sampai Teknologi Bikin Manusia Ateis

Hal ini salah satu faktor utamanya adalah kemajuan teknologi dan juga perluasan informasi yang makin bebas diakses. “Kalau dilihat Gangnam Style itu ya dari segala aspek lebih memiliki estetika tari Jaipong. Tapi ya itu dia, dengan teknologi komunikasi mereka jadi memengaruhi dunia,” paparnya menekankan.

Memang kemajuan teknologi dan komunikasi serta luasnya informasi yang bisa diakses merupakan perubahan yang tidak dapat dibendung. Namun ia menyayangkan jangan sampai nantinya teknologi ini juga membuat manusia menjadi ateis.

“Etika berubah dengan kemajuan teknologi, ya jangan sampai sekarang nilai ketuhanan juga berubah. Iman dan ilmu itu harus serempak berjalan beriringan,” tambahnya.

Menurutnya jika sebuah negara ingin kuat kuncinya ada pada spiritualitas masyarakatnya karena agama merupakan nasihat untuk menjalani kehidupan dengan baik. Selain itu jika negara tersebut ingin luas maka harus dikembangkan dengan ilmu pengetahuan.

“Ketuhanan itu jantung yang penting memang tapi harus diperkuat dengan ilmu dan teknologi. Semua itu juga tertuang utuh dalam pedoman bangsa kita, Pancasila,” pungkasnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keren! Mahasiswa UGM Ini Jadi Penulis Jurnal Kebijakan Luar Negeri Terbaik di Indonesia

Angelo sendiri berhasil mendapat penghargaan sebagai Penulis Jurnal Terbaik  dalam  Indonesian Foreign Policy Review

Close