Sulap Kepala Bandeng Jadi Kecap, Para Dosen Ini Bagikan Ilmu dan Dampingi Masyarakat Sidoarjo Cuma Cuma!

Infokampus.news, Malang – Saat ini, banyak sekali kecap yang dijual di pasaran ternyata bukan hasil fermentasi dari kedelai lagi, melainkan hasil dari kaldu kedelai yang diolah menjadi kecap. Rasa gurih yang dihasilkan pun merupakan rasa gurih dari monosodium glutamat (MSG), bukan lagi rasa gurih yang dihasilkan dari fermentasi kedelai.

Kondisi inilah yang membuat dosen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yakni Dr. Nanik Astuti Rahman dan timnya mencari terobosan baru dalam pembuatan kecap.

“Kalau pakai MSG kan ya merugikan kesehatan konsumen. Selain itu, dalam prosesnya ini juga butuh kedelai banyak dan harga kedelai mahal juga, kalau begini jatuhnya makin mahal di harga produksi. Akhirnya kami cari ide, kebetulan kami tahu awalnya di daerah Sedati ini kan penghasil bandeng terbesar,” papar dosen yang akrab disapa Nanik ini saat ditemui wartawan.

Berawal dari keresahannya tentang menurunnya kualitas kecap di pasaran yang merugikan konsumen, Nanik mencari cara untuk membuat inovasi dari potensi yang ada di masyarakat sekitar. Lalu muncullah ide untuk membuat kecap dari kepala ikan Bandeng yang notabene merupakan limbah di daerah ini sebagai pengganti fermentasi kedelai.

“Kenapa kepala ikan? Karena selain kami memanfaatkan limbah, protein yang dimiliki oleh kepala ikan ini lebih tinggi daripada bagian lainnya,” tambah dia.

Antusiasme warga pada hasil penemuan mereka ini juga sangat besar, mengingat pendapatan dari bandeng asap saja selama ini juga tidak seberapa. Selain itu saat bandeng diasap yang digunakan hanya daging saja sedangkan bagian tubuh lainnya harus dibuang. “Kami juga sudah ada desa binaan BKKMTKI (Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia) di daerah 4, Tambak Cemandi Sedati, Sidoarjo,” ungkapnya lagi.

Dengan mengusung kecap alami tanpa MSG ini pihaknya berharap pendapatan warga sekitar bisa meningkat meskipun memang kecap ini bertahan tidak selama kecap yang dijual di pasaran. Selain itu, konsumen juga bisa tetap menikmati kecap tanpa perlu mengkhawatirkan risiko penyakit yang ditimbulkan, karena kecap ini sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet dan MSG. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
daya tampung dan peminat ITB
Ini Daya Tampung dan Peminat ITB pada SBMPTN 2018!

Infokampus.news - Dua presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno dan BJ Habibie, menyelesaikan salah satu jenjang pendidikannya di Institut Teknologi Bandung

Close