Sulitnya Ujian Masuk Universitas di Tiongkok Akan Bikin Kalian Bersyukur Sekolah di Indonesia

Infokampus.news – Kita sering mengeluhkan betapa susahnya masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, terutama universitas-universitas top seperti UI, ITB, maupun UGM. Tapi, nampaknya kalian mesti bersyukur karena ujian masuk universitas di Tiongkok itu adalah ujian tersulit di dunia.

Ujian masuk universitas di Tiongkok disebut gaokao yang secara harafiah berarti ujian tertinggi. Peristiwa ini setara dengan liburan nasional di mana hampir seluruh kegiatan dihentikan: mulai dari pengerjaan konstruksi bangunan dekat tempat ujian hingga pengalihan arus lalu lintas.

Diikuti sembilan juta siswa per tahun, gaokao dianggap ujian paling penting bagi warga Tiongkok dan hasil akhir akan menentukan nasib mereka.

Di Tiongkok, gaokao adalah peristiwa nasional yang menjadi sorotan mayoritas penduduk negara tersebut. Mereka yang berhasil lolos ujian akan dianggap pahlawan, tapi yang kurang beruntung akan menghadapi risiko menjadi pengangguran dan sulit memperoleh jodoh.

Baca Juga:

Universitas elit hanya menerima satu calon mahasiswa dari 50.000 peserta gaokao.

Beijing dan Shanghai adalah dua kota yang memiliki universitas-universitas top dan menjadi tujuan para calon mahasiswa. Sayangnya, sistem gaokao yang menuntut hasil sempurna dan kualifikasi masuk universitas yang hampir sulit dicapai membuat persaingan menjadi mahasiswa di Tiongkok adalah yang paling brutal di dunia.

Saking mengerikannya, siswa harus belajar 12 jam per hari agar bisa lolos gaokao.

Gaokao adalah ujian kesetaraan standar yang berbasis hafalan. Berbulan-bulan sebelum ujian tiba, siswa sudah harus mempersiapkan diri dengan baik, bahkan belajar 12 jam per hari, termasuk di akhir pekan.

Ambulans disediakan di sekitar tempat ujian untuk mengantisipasi banyaknya peserta yang pingsan saat ujian.

Pada Juni 2016 media Tiongkok mengabarkan seorang siswa harus dibius setelah histeris dan mengancam bunuh diri karena stress saat ujian. Ini adalah sebuah pemandangan yang normal saat penyelenggaraan gaokao.

Sekolah sampai harus membuat pagar agar siswanya tidak ada yang bunuh diri karena stress.

Sebuah sekolah di Provinsi Hebei memasang pagar anti bunuh diri untuk menghindari siswa-siswa yang akan melompat dari gedung sekolah menjelang gaokao. Dua siswa SMA di provinsi tersebut sebelumnya mengakhiri hidup mereka saat akan mengikuti ujian.

Para orangtua siswa menunggu di depan tempat ujian sampai anak-anak mereka selesai ujian.

Orangtua pun menganggap gaokao adalah peristiwa besar di dalam hidup mereka sehingga mereka rela menunggu anak-anaknya di luar gerbang sekolah hingga ujian berakhir. Ini menambah tekanan pada peserta gaokao.

Orangtua siswa juga banyak yang mendatangi tempat-tempat ibadah lalu berdoa untuk kelancaran ujian anak-anak mereka. Bayangkan betapa tingginya ekspektasi untuk lulus ujian.

Menjelang gaokao, orangtua mendatangi patung Confucius, simbol pendidik di Tiongkok, dan berdoa demi kelancaran ujian anak-anak mereka.

Berbagai cara dilakukan untuk mencegah siswa menyontek, termasuk menggunakan metal detector, CCTV, hingga drone.

Karena tuntutan untuk lolos ujian dengan skor sempurna sangat tinggi, tidak jarang ditemukan calon mahasiswa yang menyontek dengan berbagai cara.

Bukan hanya menyontek, beberapa orangtua bahkan pernah membayar sejumlah uang kepada profesional yang biasa mengerjakan soal-soal ujian untuk menggantikan anak mereka di ujian ini. Untuk itulah, sekolah dan pemerintah meningkatkan pengamanan menjelang dan selama ujian.

Ancaman tujuh tahun penjara bagi siswa yang ketahuan menyontek.

Sejak Juni tahun 2016 ini diberlakukan ancaman tujuh tahun penjara bagi siapapun yang ketahuan menyontek selama gaokao.

Itulah beberapa gambaran sulitnya masuk Universitas di Tiongkok, bersyukurkan sekolahmu ada di Indonesia? (FAM)

Sumber: theguardian

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Serunya Game Android Gonggong in The Sky, Download sekarang juga!

Mahasiswa Politeknik Negeri Batam membuat aplikasi game berbasis Android dengan nama Gonggong in the Sky yang dapat diunduh secara gratis...

Close